• Selasa, 6 Desember 2022

BPOM Setuju 6 Jenis Booster Vaksin Covid-19

- Senin, 17 Januari 2022 | 12:22 WIB
Petugas kesehatan menunjukkan vaksin Pfizer untuk dosis ketiga (booster) di Pusdai, Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/1/2022).
Petugas kesehatan menunjukkan vaksin Pfizer untuk dosis ketiga (booster) di Pusdai, Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/1/2022).

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberi persetujuan penggunaan enam jenis "booster" homolog dan heterolog pada vaksin Covid-19 yang memperoleh izin penggunaan darurat (EUA) di Indonesia.

"BPOM kembali mengeluarkan persetujuan penggunaan untuk dua regimen booster heterolog pada vaksin Covid-19 yaitu vaksin Pfizer setengah dosis untuk vaksin primer Sinovac atau AstraZeneca serta vaksin AstraZeneca setengah dosis untuk vaksin primer Sinovac atau dosis penuh untuk vaksin primer Pfizer," kata Kepala BPOM Penny K Lukito melalui pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (17/1/2022).

Dengan penambahan daftar persetujuan tersebut, maka jenis vaksin booster yang memperoleh izin penggunaan darurat di Indonesia bertambah jadi enam varian.

Dilansir dari laman www.bpom.go.id, vaksin primer Sinovac/CoronaVac produksi PT Bio Farma memperoleh varian booster Sinovac (homolog) dosis penuh, AstraZeneca (heterolog) setengah dosis, Pfizer (heterolog) setengah dosis dan Zifivax (heterolog) dosis penuh.

Untuk vaksin primer Pfizer memperoleh varian booster Pfizer (homolog) dosis penuh, AstraZeneca (heterolog) dosis penuh, Moderna (heterolog) setengah dosis.

Untuk vaksin primer AstraZeneca memperoleh varian booster AstraZeneca (homolog) dosis penuh, Pfizer (heterolog) setengah dosis, Moderna (heterolog) setengah dosis.

Untuk vaksin primer Moderna memperoleh varian booster Moderna (homolog) setengah dosis. Untuk vaksin primer Janssen memperoleh varian booster Moderna (heterolog) setengah dosis. Vaksin Primer Sinopharm memperoleh vaksin booster Zifivax (heterolog) dosis penuh.

Pada vaksin Pfizer sebagai booster heterolog setengah dosis untuk vaksin primer Sinovac atau AstraZeneca, kata Penny, menunjukan hasil imunogenisitas berupa peningkatan antibodi yang tinggi pada 6-9 bulan (31-38 kali) setelah pemberian dosis primer lengkap.

Di sisi lain, peningkatan antibodi setelah 6 bulan vaksinasi primer lengkap vaksin Sinovac menghasilkan peningkatan antibodi IgG terhadap S-RBD yang tinggi (105,7 kali) dibandingkan sebelum diberikan dosis booster.

Halaman:

Editor: editor2

Tags

Terkini

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan Hari Ini

Senin, 5 Desember 2022 | 09:05 WIB
X