• Selasa, 5 Juli 2022

Korban Tewas Banjir di Jayapura Jadi 8 Orang

- Rabu, 12 Januari 2022 | 09:49 WIB
Banjir di Pasar Youtefa Abepura, Papua, Jumat (7/1/2022).
Banjir di Pasar Youtefa Abepura, Papua, Jumat (7/1/2022).

JAKARTA - Korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di Kabupaten dan Kota Jayapura bertambah. Kini total korban jiwa menjadi delapan orang.

"Total korban jiwa sebanyak 8 orang meninggal dunia, 4 luka berat, 5 luka ringan, serta 1.927 KK/7.005 jiwa," demikian pernyataan Kemenko PMK dalam keterangan tertulis, Rabu (12/1/2022).

Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten dan Kota Jayapura, Papua, terjadi pada Kamis (6/1/2022). Beberapa wilayah yang terdampak antara lain Kabupaten Jayapura meliputi Distrik Sentani Timur, Distrik Sentani, Distrik Nimbokrang, dan Distrik Ravenirara, sedangkan di Kota Jayapura meliputi Distrik Abepura, Distrik Jayapura Selatan, dan Distrik Heram.

Banjir dan tanah longsor menyebabkan kerusakan pada 1.927 unit rumah, 6 fasilitas ibadah, 1 fasilitas kesehatan, 1 pasar, 8 fasilitas pendidikan, dan kantor gubernur terendam.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan rapat koordinasi bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR), serta perwakilan kementerian/lembaga, pemerintah daerah Kabupaten dan Kota Jayapura. Dia menyebut secara umum penanganan banjir dan longsor berlangsung baik.

"Begitu juga dengan penetapan-penetapan tanggap darurat. Semua melibatkan komponen-komponen yang bertanggung jawab, seperti aparat TNI/Polri, BNPB, Basarnas, pemda setempat, dan tentu saja kementerian-kementerian teknis yang lain," tuturnya.

Muhadjir mengapresiasi kesigapan dan kecepatan penanganan banjir dan tanah longsor sehingga ancaman risiko yang lebih parah bisa dihindari."BNPB dan Pemda setempat juga akan segera menyusun kajian kebutuhan pascabencana untuk dijadikan dasar perencanaan kegiatan pemulihan pasca bencana," katanya seperti dilansir Detik.com.

Muhadjir meminta BMKG terus memasok informasi terkait perkembangan cuaca terutama di wilayah Jayapura untuk meningkatkan kesiapsiagaan kemungkinan terjadinya bencana susulan.

"Termasuk tadi, ada mengenai saran dan rekomendasi kepada Kementerian PUPR untuk segera meninjau kembali desain infrastruktur yang dibangun terutama yang belum memperhitungkan perubahan iklim. Ini mungkin bisa dijadikan dasar dan mudah-mudahan kejadian di Jayapura ini bisa dijadikan prototipe dan model untuk kemudian diterapkan di daerah yang lain," ucapnya.

Halaman:

Editor: editor2

Tags

Terkini

X