• Selasa, 16 Agustus 2022

Banjir dan Longsor Landa Majalengka, Tiga Ruas Jalan Tertutup

- Kamis, 9 Desember 2021 | 20:35 WIB
Beberapa petugas mengatur lalu lintas yang terdampak banjir dan longsor
Beberapa petugas mengatur lalu lintas yang terdampak banjir dan longsor

JAKARTA--Banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat menyebabkan tiga akses jalan tertutup. Struktur tanah yang labil juga menjadi pemicu terjadinya longsor dibeberapa titik.

BPBD Kabupaten Majalengka melaporkan akses jalan tersebut tertutup material longsor. Aktivitas warga sempat tersendat akibat pohon tumbang yang melintang diruas jalan. Banjir terjadi akibat hujan deras pada Rabu malam.

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam penjelasannya Kamis (9/12), ketinggian air saat terjadi banjir setinggi 100 sentimeter. Tercatat lima unit rumah terdampak, tiga diantaranya mengalami rusak sedang. Selain rumah, 4 unit tempat usaha, 1 unit sekolah dar dan 1 hektar lahan pertanian terdampak kejadian ini.

Kejadian ini melanda sejumlah desa, antara lain Desa Cimeong, Desa Girimulya yang terletak di Kecamatan Majalengka, Desa Cihaur, Desa Wanahayu di Kecamatan Maja, Desa Haurgeulis, Desa Sukamenak, Desa Cinambo di Kecamatan Bantarujeg. Dilaporkan kondisi terkini, banjir sudah surut. BPBD Kabupaten Majalengka bersama tim gabungan akan melakukan penanganan lanjutan dalam melakukan evakuasi terhadap warga.

Informasi peringatan dini hingga esok (10/12) yang dikeluarkan BMKG mengatakan bahwa, waspada potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang antara siang hingga malam hari di Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Subang, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten dan Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Garut dan Kota Tasikmalaya.

Merespond hal ini, BNPB menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan pada potensi risiko bencana hidrometeorologi basah. Selain itu, BNPB juga merekomendasikan agar wilayah lereng tebing atau kawasan kebun ditanami dengan jenis vegetasi yang keras dan berakar kuat seperti vetiver, sukun, dan tanaman akar kuat lainnya. Vegetasi akar kuat tersebut dapat mengikat tanah dan mencegah terjadinya longsoran.

Editor: editor1

Tags

Terkini

Hugo, Sang Pilot Misi Kemanusiaan di Pedalaman Papua

Senin, 15 Agustus 2022 | 12:00 WIB

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan Siang Ini

Jumat, 12 Agustus 2022 | 08:52 WIB
X