• Sabtu, 3 Desember 2022

Muhammadiyah Kecam Aksi Bom Bunuh Diri di Makassar

- Minggu, 28 Maret 2021 | 13:33 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

YOGYAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengecam keras dan prihatin dengan peledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (28/3/2021) pagi ini. Muhammadiyah menilai aksi tersebut sebagai bentuk adu domba.

"Kepada masyarakat luas hendaknya tenang dan tidak mengembangkan berbagai prasangka atau asumsi yang dapat mengaburkan kasus bom yang tidak berperikemanusiaan dan tidak beradab tersebut," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Minggu (28/3/2021).

Haedar pun mengingatkan meski aksi keji itu terjadi di depan rumah ibadah, dia meminta tidak dikaitkan dengan agama atau golongan umat tertentu. Haedar pun menyebut ada pihak yang sengaja mengadu domba ledakan bom tersebut."Boleh jadi tindakan bom tersebut merupakan bentuk adu domba, memancing di air keruh, dan wujud dari perbuatan teror yang tidak bertemali dengan aspek keagamaan," ia menegaskan.

Haedar pun meminta semua pihak untuk tetap waspada dan saling menjaga persatuan. Jangan sampai aksi bom bunuh diri di depan katedral Makassar ini memperkeruh persatuan dan kesatuan di Indonesia."Perkuat saling pengertian dan kebersamaan antarsemua golongan di negeri ini, serta jauhi benih saling curiga dan prasangka satu sama lain demi keutuhan dan persatuan Indonesia yang kita dambakan bersama," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi menyebut aksi bom bunuh diri di depan Katedral Makassar itu dilakukan dua pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor sekitar pukul 10.00 Wita tadi.

Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam menyampaikan data sementara ada 10 orang yang menjadi korban, satu di antaranya tewas yakni pelaku bom bunuh diri."Sementara data awal yang kita sampaikan 1 korban yang dipastikan sebagai pelaku bom bunuh diri tersebut," kata Merdisyam di lokasi kejadian.

Sementara itu, 9 korban lainnya saat ini tengah dalam perawatan di rumah sakit. Merdisyam merinci, 9 orang itu terdiri dari 5 petugas gereja dan 4 jemaat gereja.(*)

Editor: editor2

Tags

Terkini

BMKG Belum Deteksi Gempa Susulan di Kabupaten Garut

Sabtu, 3 Desember 2022 | 19:03 WIB

Getaran Gempa Garut Membuat Panik Warga Sukabumi

Sabtu, 3 Desember 2022 | 17:36 WIB
X