Vihara Dharmakaya, dari Lokasi Retret Jadi Tempat Ibadah

- Minggu, 3 Februari 2019 | 13:55 WIB
Vihara Dharmakaya di Jalan Siliwangi, Sukasari, Bogor.
Vihara Dharmakaya di Jalan Siliwangi, Sukasari, Bogor.

BOGOR - Persiapan menjelang Tahun Baru Imlek 2570 terus dilakukan di sejumlah vihara. Bebenah tidak hanya di kawasan Pecinan Suryakencana Bogor. Salah satunya di Vihara Dharmakaya di Jalan Siliwangi, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Sejumlah pekerja di sana sejak Sabtu (2/2/2019) mulai bebenah di sejumlah bagian di dalam vihara. Pelbagai ornamen yang akan digunakan untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2570 terus dipersiapkan termasuk juga peralatan untuk sembahyang.

Vihara Dharmakaya termasuk bangunan bernilai sejarah di ujung kawasan Pecinan Suryakencana, Bogor, Jawa Barat. Awalnya bangunan Vihara Dharmakaya merupakan tempat retret milik keluarga tuan tanah Tionghoa di Buitenzorg (nama lama Bogor).

Dulu, daerah sekitar vihara ini masih seperti Kebun Raya Bogor. Banyak ditumbuhi aneka tanaman yang besar-besar sehingga menjadi tempat yang nyaman dan sejuk untuk melakukan retret atau mensunyikan diri dalam konteks beribadat.

Umur bangunan vihara ini diperkirakan jauh lebih muda dibandingkan dengan Klenteng Hok Tek Bio maupun Klenteng Pan Kho Bio. Kemudian oleh ibu tuan tanah Kwitang yang bernama Teng Oen Giok, tempat retret tersebut disumbangkan kepada Ma Suhu Tan Eng Nio pada awal tahun 1940-an.

Suhu Tan Eng Nio merupakan seorang biarawati yang memiliki rambut panjang terurai yang gemar mengenakan pakaian putih dan memakai kain batik panjang.

Kemudian tempat retret ini berkembang menjadi vihara dan dibuka untuk umum. Vihara tersebut diberi nama Vihara Dharmakaya.

Dalam formulasi doktrin Tri kaya, Dharmakaya adalah kebenaran yang tertinggi atau ketiga. Dharmakaya itu sendiri merupakan Sanghyang Adi Buddha atau Tuhan Yang Maha Esa.

Bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 2.000 meter persegi ini memiliki bentuk seperti vila di mana di samping kirinya terdapat menara, dan arsitektur perpaduan khas Tionghoa, Eropa maupun lokal.

Halaman:

Editor: editor2

Tags

Terkini

X