• Minggu, 24 September 2023

BPBD: Lahan Seluas 42 Hektar di Kalimantan Selatan Terbakar

Banjar Chaeruddin
- Sabtu, 3 Juni 2023 | 02:01 WIB
 Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda di salah satu daerah Ring 1 (rawan kebakaran) yakni di Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda di salah satu daerah Ring 1 (rawan kebakaran) yakni di Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)

SINAR HARAPAN--Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan Bambang Dedi Mulyadi melaporkan total 42 hektare di daerah itu terbakar.

“Berdasarkan data yang kami himpun, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel melanda lahan sekitar 42 hektare,” kata Bambang Dedi Mulyadi di Banjarbaru, Kalsel, Jumat.

Bambang menuturkan kebakaran yang terjadi di Kalsel masih kategori biasa karena masih mampu diatasi oleh petugas.

“Setiap ada titik api, seluruh tim bergotong royong untuk mengendalikan dan memadamkan sumber api,” katanya.

Dia menyatakan saat ini seluruh petugas berjaga dan berpatroli dengan status ekstra siaga 1 x 24 jam.

Sebelumnya karhutla terjadi pada Kamis (1/6) di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, sekitar pukul 16.00 Wita.

Kebakaran tersebut melanda tiga wilayah yang berbeda dengan luas diperkirakan melebih 10 hektare lahan.

Sementara itu Ketua Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kalsel Mansyah mengatakan dari total 42 hektare lahan yang terbakar tak hanya dipengaruhi faktor cuaca.

Beberapa wilayah yang mendominasi dilanda karhutla yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Tapin.

“Masih ada warga yang tidak memahami dengan baik dampak dari membakar lahan,” ucapnya.

Menurut dia, banyak warga yang melakukan pembakaran baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

Dia menyebutkan pula dalam satu pekan terakhir mulai banyak muncul titik api khususnya di wilayah Kota Banjarbaru.

Mansyah mengungkapkan pihaknya terus berupaya melakukan pendekatan kepada warga dan memberikan pembinaan agar tidak melakukan pembakaran lahan.

Ia berharap warga memiliki kepedulian terhadap dampak yang ditimbulkan kebakaran sehingga tidak melakukan pembakaran apalagi pada kondisi cuaca panas yang saat ini melanda Kalimantan Selatan.

Lebih lanjut dia mengatakan saat di lapangan tim nya menemukan banyak tanda tanda kebakaran karena ulah masyarakat.

Pada beberapa titik kebakaran, dia menyebutkan pula, sudah ada beberapa patok kayu yang di pasang oleh warga sebagai tanda pembakaran lahan.

Ia menyampaikan karhutla paling luas terjadi di Kabupaten Tanah Laut dengan luas lahan mencapai delapan hektare.

Lima Posko

BPBD Kalsel juga telah membentuk sebanyak lima posko dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area rawan di sekitar Bandara Syamsudin Noor Kota Banjarbaru.

“Setelah status siaga, kami bentuk lima posko dan disebar mengelilingi wilayah utama yaitu Bandara Syamsudin Noor,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kalsel Bambang Dedi Mulyadi di Banjarbaru, Jumat.

Ia menuturkan pembentukan lima posko tersebut dilakukan selain karena status siaga karhutla, juga karena kebakaran di Kabupaten Tanah Laut yang melanda 10 hektare lebih lahan.

“Dalam satu kejadian yang paling luas kebakaran di Kabupaten Tanah Laut kemarin melanda sekitar 10 hektare,” ucapnya.

Bambang menyebutkan Kota Banjarbaru masih menjadi daerah yang paling rawan kebakaran.

Ia memaparkan lima posko yang segera dibangun oleh pihaknya yakni di Kota Banjarbaru sebanyak 2 posko, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Barito Kuala.

Menurutnya, empat kabupaten dan kota tersebut merupakan wilayah yang mengelilingi Ring 1 (rawan kebakaran) yakni Bandara Syamsudin Noor.

Pihaknya terus berupaya meningkatkan pengawasan karhutla di daerah rawan khususnya wilayah sekitar bandara.

Tim BPBD Kalsel menetapkan Kota Banjarbaru sebagai wilayah rawan karhutla dengan catatan mencapai 30 persen lebih luas lahan terbakar pada 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

Bambang mengatakan luas lahan yang terbakar di Kalsel saat ini sekitar 42 hektare.

Lebih lanjut dia menuturkan BPBD Kalsel dalam penanganan Karhutla dilaksanakan melalui koordinasi dengan BPBD kabupaten dan Kota.

Dia menyebutkan pula setelah seluruh informasi diperoleh oleh BPBD Kalsel, tim yang berjaga 1 x 24 jam mengambil peran utama untuk meneruskan segala informasi kepada tim untuk terjun kelapangan.

Sementara itu Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Ricky Ferdyanto mengatakan pihaknya terus memantau luas lahan yang dilanda kebakaran.

“Seperti yang diarahkan oleh pimpinan, ada lima posko baru yang akan dibangun untuk meningkatkan pengawasan karhutla,” katanya.

Dia menyebutkan segala informasi yang diterima oleh Pusdalops dengan segera mungkin disebarkan kepada tim patroli di seluruh titik di Kalimantan Selatan.

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Kebakaran di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Meluas

Selasa, 19 September 2023 | 06:00 WIB
X