Lakukan 3R Sampah Plastik, Indonesia Cegah Lebih dari 200 Ribu Ton Sampah Plastik Bocor ke Laut

- Senin, 22 Mei 2023 | 16:43 WIB
Lakukan 3R Sampah Plastik, Indonesia Cegah Lebih dari 200 Ribu Ton Sampah Plastik Bocor ke Laut. (foto: Floreseditorial)
Lakukan 3R Sampah Plastik, Indonesia Cegah Lebih dari 200 Ribu Ton Sampah Plastik Bocor ke Laut. (foto: Floreseditorial)

SINAR HARAPAN - Pemerintah Indonesia telah mencegah lebih dari 200 ribu ton sampah plastik yang berpotensi bocor ke laut selama 2018-2022 dengan cara mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang (3R), sampah plastik.

“Sumber sampah di laut itu 80 persen dari darat,” kata Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut (PPKPL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dasrul Chaniago, pada lokakarya regional ASEAN mencegah polusi sampah plastik di Sanur, Denpasar, Bali, Senin 22 Mei 2023.

Dasrul Chaniago menjelaskan bahwa ratusan ribu ton sampah plastik tersebut ditampung melalui bank sampah hingga laporan aksi perusahaan dalam mendaur ulang sampah plastik.

Baca Juga: Siap-siap Potensi Hujan Petir di Siang Hari! Simak Prakiraan Cuaca Jakarta, Semarang, Aceh, hingga Jayapura

Meskipun negara anggota sudah aktif dalam mengatasi sampah plastik di laut, KLHK mengajak semua negara di ASEAN untuk mempercepat pengendalian sampah plastik di darat.

Pasalnya, lanjut dia, sampah plastik di laut telah menjadi masalah serius bagi lingkungan dan memberikan dampak negatif tak hanya lingkungan tetapi juga sosial dan ekonomi untuk pembangunan berkelanjutan.

Melalui pertemuan yang diadakan atas kerja sama ASEAN dan Jerman (GIZ) itu, Indonesia berharap negara anggota dapat menyusun langkah dan intervensi regional guna memperkuat Rencana Aksi Regional (RAN) ASEAN pada 2021-2025 soal penanganan sampah plastik di laut.

Baca Juga: Sebagian Besar Dstinasi Wisata Bahari di Kawasan Timur Indonesia Tercemar Sampah Plastik

Indonesia memiliki RAN Sampah Plastik Laut pada 2017-2025, salah satunya melalui upaya 3R langsung dari sumber timbulnya sampah dari darat.

Di sisi lain, ia pun mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik yang banyak digunakan untuk mengemas makanan serta mengurangi penggunaan wadah berbahan styrofoam.

“Jadi harus mengubah tabiat, kebiasaan masyarakat yang tidak baik, baru bisa mengurangi sampah dari tanah, masuk ke got, sungai, sampai ke laut, jadi harus dikurangi dari mulai dihasilkan,” katanya.

Baca Juga: Diduga Terjadi Kebocoran Data, Kemenkominfo Klarifikasi BSI Terkait Serangan Siber

Senada dengan Dasrul, Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Sosial Budaya, Ekkaphab Phanthavong, juga menilai penanganan sampah plastik di laut merupakan kebutuhan yang mendesak serta membutuhkan upaya bersama untuk menghadapi krisis itu melalui Rencana Aksi Regional ASEAN.***

Editor: Yuanita SH

Sumber: ANTARA, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Selamat Merayakan Hari Tri Suci Waisak 2567

Minggu, 4 Juni 2023 | 06:00 WIB
X