Terpapar Paham Radikalisme, Polwan Polda Malut Dipecat

Sabtu , 12 Oktober 2019 | 19:19
Terpapar Paham Radikalisme, Polwan Polda Malut Dipecat
Sumber Foto Dok/Ist
Brigjen Dedi Prasetyo

JAKARTA - Polisi wanita (polwan) yang bertugas di Kepolisian Daerah Maluku Utara (Polda Malut), Brigadir Dua Nesti Ode Sami, resmi dipecat dari institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Nesti sebelumnya dicurigai sebagai anggota kelompok jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Hasil penyelidikan, Nesti teridentifikasi masuk jaringan JAD Bekasi dengan pimpinan selnya, Abu Zee Ghuroba alias Fazri Pahlawan yang ditangkap Densus di Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat pada 23 September 2019.

"Dia sudah dipecat," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Sabtu (12/10/2019).

Polisi menyebut Bripda Nesti terpengaruh paham radikal cukup dalam. Dedi menyebut bahkan kelompok JAD disebut-sebut tengah mempersiapkan Nesti untuk menjadi 'pengantin'. Pengantin merujuk kepada seseorang yang dipersiapkan menjadi pelaku bom bunuh diri."Dia (Nesti) dipersiapkan sebagai suicide bomber (pengebom bunuh diri)," katanya seperti dilansir antaranews.com.

Sebelumnya, wanita berusia 23 tahun tersebut ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri atas dugaan keterkaitannya dengan jaringan terorisme. Nesti sendiri sudah sebulan belakangan dilaporkan meninggalkan tugas tanpa izin atau desersi.

Pada Mei lalu, Bripda Nesti juga pernah diamankan Polda Jawa Timur di Surabaya lantaran diduga meninggalkan tugas dan menggunakan identitas palsu dalam penerbangan dari Ternate ke Surabaya. Ia kemudian dikirimkan kembali ke Polda Maluku Utara untuk dibina.

Sepak terjang Nesti berakhir usai dua kali berurusan dengan dua kasus dugaan terorisme. Pertama, ia diamankan oleh Polda Jatim di Bandara Juanda, Jawa Timur pada Mei 2019. Terakhir, ia diamankan penyidik Densus 88 di Yogyakarta pada akhir September 2019.

Kapolda Maluku Utara Brigjen Suroto menuturkan, Bripda Nesti sudah sejak awal September lalu kembali meninggalkan tugas tanpa izin atau desersi. Polda pun sudah berusaha mencarinya dengan menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) atas namanya. Pencarian itu tidak membuahkan hasil hingga kemudian Polda mendapat kabar Nesti ditangkap Densus 88 Antiteror.

.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load