Studi Kaji "Mixing" Vaksin COVID-19 Pfizer-AstraZeneca-Moderna

Selasa , 07 Desember 2021 | 12:18
Studi Kaji
Sumber Foto: ABC.
Ilustrasi.

JAKARTA - Sebuah studi besar di Inggris mengkaji gabungan atau 'mixing' antara vaksin Corona Pfizer dan AstraZeneca dengan Moderna. Hasilnya, itu memberikan respons kekebalan yang lebih baik yang terlihat 9 minggu usai vaksin diberikan.

Dengan adanya temuan ini, diharapkan bisa membantu negara-negara miskin dan penghasilan menengah. Pakar menilai mungkin mereka perlu menggabungkan merek vaksin yang berbeda, antara dosis 1 dan 2, jika persediaan vaksin menipis atau tidak stabil.

"Kami menemukan respons imun yang sangat baik (dari gabungan vaksin), pada kenyataannya, lebih tinggi dari ambang batas yang ditetapkan oleh vaksin Oxford-AstraZeneca dua dosis," kata profesor Oxford, Dr Matthew Snape, di balik uji coba yang dijuluki Com-CoV2 yang dikutip dari Straits Times, Selasa (7/12/2021).

Hasil penelitian
AstraZeneca-Moderna/Novavax
Jika dosis pertama dengan AstraZeneca dan dosis kedua diberikan Moderna atau Novavax, antibodi yang dihasilkan lebih tinggi. Menurut para peneliti di Universitas Oxford, ini jauh lebih baik dibandingkan dengan dua dosis AstraZeneca.

Pfizer-Moderna/Novavax
Berdasarkan penelitian terhadap 1.070 relawan, menemukan bahwa dosis vaksin Pfizer untuk dosis pertama diikuti dosis kedua dengan Moderna memberikan hasil yang lebih baik. Ini jika dibandingkan dengan dua dosis vaksin Pfizer.

Sementara itu, untuk pemberian vaksin Pfizer yang diikuti vaksin Novavax untuk dosis keduanya juga bisa menginduksi antibodi yang lebih tinggi. Menurut studi Universitas Oxford yang dipublikasikan dalam jurnal medis Lancet ini, mengungkapkan bahwa tidak ada masalah keamanan yang terjadi dalam pencampuran vaksin-vaksin Corona ini. (E-4)




Sumber Berita: Detik.com.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load