PM Malaysia Jamin Perlindungan Terhadap TKI

Rabu , 10 November 2021 | 17:25
PM Malaysia Jamin Perlindungan Terhadap TKI
Sumber Foto Antara
PM Malaysia Ismail Sabri bin Yakob

BOGOR--Perdana Menteri Malaysia Datuk Sri Ismail Sabri Yakoob menyatakan jaminannya untuk menjaga dan melindungi sebaik mungkin para TKI di Malaysia.

"Saya memberi jaminan bahwa kebajikan Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia akan kami jaga sebaik-baik mungkin dan beberapa perubahan telah dilaksanakan di Malaysia," jelas PM Ismail dalam Joint Press Statement bersama dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021).

Malaysia, menurut PM Ismail, telah membuat perubahan berupa kemudahan untuk para TKI. "Kami telah membuat tindakan kepada standar minimum perumahan, penginapan, dan kemudahan bekerja," terang PM Ismail. 

PM Ismail menjelaskan, pemerintah Malaysia juga telah memudahkan para TKI untuk melapor kepada otoritas setempat, apabila mendapat perlakuan tidak baik dari perusahaan atau pihak yang memperkerjakan mereka di Malaysia.

Kebijakan tersebut merupakan hasil kerja sama dari Kementerian Sumber Manusia Malaysia dan Kementerian Ketenagakerjaan RI.

"Jika ada isu kelewatan membayar gaji, atau segala isu terkait dengan pekerja yang tidak berpuas hati atas layanan dari majikan mereka, mereka bisa membuat aduan direct kepada Kementerian Sumber Manusia. Ini untuk memberikan perlindungan kepada pekerja mengenai gaji, dan lain-lain perkara yang selama ini mereka tidak dapat membuat aduan," terang PM Ismail, yang didengarkan dengan seksama oleh Presiden Jokowi. 

Tak hanya itu, PM Malaysia juga menjamin bahwa Kementerian Sumber Manusia Malaysia akan segera menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI tentang perlindungan pekerja domestik Indonesia di Malaysia. 

"Saya telah memberikan jaminan kepada Bapak Presoden bahwa kita akan menyegerakan penandatanganan MoU antara Kementerian Sumber Manusia dan Kementerian Tenaga Kerja di Indonesia," ujar PM Ismail. 



Sumber Berita: rri.co.id
KOMENTAR

End of content

No more pages to load