Ginjal Babi Sudah Bisa Dicangkok ke Manusia

Jumat , 22 Oktober 2021 | 09:32
Ginjal Babi Sudah Bisa Dicangkok ke Manusia
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi.

JAKARTA - Keberhasilan para ilmuwan di NYU Langone Health Amerika Serikat mencangkokkan ginjal babi ke manusia memberi harapan untuk mengatasi kelangkaan donor. Praktik jual-beli organ terancam?

Kelangkaan donor organ selalu menjadi masalah di seluruh dunia, tak terkecuali donor organ. Di Amerika Serikat, tercatat 90 ribu orang tiap tahun membutuhkan donor ginjal. Dikutip dari Time, kapasitas operasi hanya 23 ribu dan 12 pasien meninggal karena menunggu jadwal transplantasi.

Di Indonesia, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menyebut 0,38 persen penduduk Indonesia mengidap gagal ginjal kronis. Angka ini setara dengan 101 ribu jiwa. Sedangkan yang mendapatkan transplantasi, diperkirakan hanya 15 persen. Meski ilegal, tak dipungkiri ada beberapa pihak yang memang menawarkan diri menjual organ karena faktor ekonomi. Di Indonesia, tidak adanya badan resmi yang mengawasi transplantasi organ dinilai memungkinkan hal itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Awal 2016, adanya praktik jual-beli ginjal di Indonesia terbongkar oleh pihak berwajib. Disebutkan, pasien harus membayar Rp 225 juta untuk mendapatkan donor. Donor mendapat Rp 90 juta, sedangkan makelar dan pihak-pihak yang terlibat mendapat Rp 5-150 juta tergantung perannya.

Dr Nur Rasyid, SpU dari departemen urologi RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) kala itu menegaskan bahwa dokter dilarang memfasilitasi jual-beli organ. Karenanya, ada skrining ketat di rumah sakit terhadap calon donor.

Pemeriksaan dilakukan di departemen psikiatri untuk memastikan bahwa donor menyediakan diri benar-benar secara sukarela, tidak ada paksaan maupun motif jual-beli ketika menyumbangkan organnya. (E-4)



Sumber Berita: Detik.com.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load