Diklaim Obat Pencegah Kematian Akibat COVID-19, Apa Itu Ronapreve?

Senin , 18 Oktober 2021 | 10:57
Diklaim Obat Pencegah Kematian Akibat COVID-19, Apa Itu Ronapreve?
Sumber Foto: News Medical.
Ilustrasi.

JAKARTA - Belum lama ini, Australia mengamankan pasokan obat COVID-19 terbaru yaitu Ronapreve buatan Roche. Obat ini diklaim mampu mengurangi risiko perawatan rumah sakit dan kematian.

Diketahui, pihak Australia sudah mengamankan sekitar 15 ribu dosis obat Ronapreve. Bahkan obat tersebut diperkirakan sudah akan tersedia di rumah sakit bulan ini dan diberikan secara interavena.

Menurut Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt, manfaat dari obat ini telah terbukti dalam uji klinis. Tak hanya Ronapreve, negara ini juga menggunakan obat lain yang dikembangkan Pfizer yaitu Ritonavir atau PF-07321332.

Apa itu Ronapreve dan Ritonavir?
Ronapreve
Dikutip dari ABC News, Ronapreve atau dikenal dengan REGEN-COV di Amerika Serikat adalah kombinasi antibodi monoklonal casirivimab dan imdevimab. Antibodi ini dirancang untuk menghentikan virus yang menyebabkan COVID-19 menempel pada reseptor yang ditemukan di permukaan sel manusia di saluran pernapasan.

Cara kerjanya, antibodi ini akan mengikat ke dua situs yang berbeda dari spike protein. Lalu, antibodi akan menandai virus sebagai benda asing untuk mengaktifkan respons imun tubuh. Obat ini telah diberi persetujuan untuk digunakan lebih dari 20 negara, termasuk Inggris, AS, dan Uni Eropa.

Ritonavir
Menurut Pfizer, PF-07321332 atau dikenal juga sebagai Ritonavir adalah obat eksperimental oral pertama yang dievaluasi dalam uji klinis yang secara khusus menargetkan COVID-19. Obat ini dirancang untuk memblokir aktivitas enzim protease SARS-CoV-2 yang penting untuk replikasi virus.

Obat ini akan digunakan dalam kombinasi dengan protease inhibitor ritonavir. Pemberian bersama obat tersebut membantu memecah PF-07321332, sehingga bisa aktif dalam tubuh lebih lama. Saat ini, obat tersebut telah diberikan penetapan sementara dari Therapeutic Goods Administration (TGA) awal bulan ini.

Apakah kedua obat tersebut efektif?
Berdasarkan uji klinis yang dilakukan pada bulan Juni lalu, obat tersebut diklaim mampu mengurangi rawat inap sebesar 70,4 persen. Sementara untuk Ritonavir, uji klinisnya tengah berlangsung.

Siapa yang bisa menerima obat ini?
Pemerintah Australia mengatakan Ronapreve ini diharapkan bisa ditargetkan untuk orang yang tidak divaksinasi yang berisiko mengembangkan penyakit parah. Sedangkan Ritonavir, diharapkan dapat mengurangi keparahan atau timbulnya penyakit pada orang dewasa yang telah terpapar COVID-19.

Kapan kedua obat ini tersedia untuk umum?
Pasokan pertama Ronapreve diharapkan bisa tersedia di Australia pada akhir bulan ini. Ini akan tersedia di National Medical Stockpile menunggu persetujuan peraturan dari TGA dan saran dari Gugus Tugas Bukti Klinis COVID-19 Nasional.

Jika telah disetujui, obat ini akan bergabung dengan sotrovimab dan remdesivir untuk digunakan oleh para profesional kesehatan. Untuk Ritonavir, diharapkan bisa tersedia pada tahun depan. Namun, penggunaannya akan bergantung pada hasil uji coba obat serta persetujuan dari TGA. (E-4)



Sumber Berita: Detik.com.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load