RRT Dukung RI Jadi "Hub" Vaksin Covid-19

Rabu , 29 September 2021 | 09:11
RRT Dukung RI Jadi
Sumber Foto: PBS.
Ilustrasi.

JAKARTA - Upaya Indonesia dalam menangani pandemi COVID-19, turut mendapatkan dukungan penuh dari negara-negara sahabat. Tidak hanya bantuan berbagai peralatan medis hingga vaksin, namun dukungan moril juga diberikan kepada Indonesia untuk bisa menjadi “hub” produsen vaksin COVID-19 di kawasan.

Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menjadi salah satu negara sahabat yang telah menyatakan dukungannya itu. Duta Besar RRT untuk Indonesia Xiao Qian menyebut, kolaborasi kerja sama penanganan pandemi COVID-19 bersama Indonesia, turut diwujudkan dengan mendukung secara aktif untuk Indonesia membangun pusat vaksin regional.

“Yang mana dipercaya tidak hanya memenuhi kebutuhan vaksin Indonesia, tapi juga untuk mengekspor vaksin ke sejumlah negara tetangga di masa depan,” ujar Dubes Qian ketika menghadiri Hari Jadi RRT ke – 72 yang dihelat secara daring, seperti dikutip RRI.co.id, Selasa (28/09/2021).

Dijelaskan Qian, saat ini setidaknya terdapat lima perusahaan farmasi Tiongkok yang tengah bekerja sama dengan Indonesia, terkait upaya pengembangan vaksin COVID-19 di tanah air. “Lima perusahan raksasa saat ini bekerja dengan Indonesia dalam hal pembanguna riset, pengadaan, produksi dan transfer teknologi,” tambahnya.

Dikatakan, hingga saat ini setidaknya sebanyak 215 juta vaksin dari dua perusahaan farmasi RRT, telah melakukan ekspor ke Indonesia. “Sejauh ini Sinovac dan Sinopharm telah mengekspor 215 juta vaksin ke Indonesia. Sekitar 20 persen ekspor Tiongkok di periode yang sama dan 80 persen impor Indonesia,” terang Qian.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, memberikan apresiasi kepada pemerintah Tiongkok yang telah menyalurkan berbagai bantuan untuk penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah tiongkok dan seluruh pemangku kebijakan Tiongkok, untuk dermawan memberikan bantuan termasuk peralatan medis, obat-obatan serta vaksin,” ucap Luhut Binsar Panjaitan dalam pernyataan yang disampaikan secara daring.

Menkomaritim mengharapkan, kemitraan kedua negara di sektor kesehatan dapat diperkuat dan diperdalam. “Kita belajar dari pandemi, saya berharap Indonesia dan Tiongkok bisa memperdalam kolaborasi di sektor kesehatan. Dukungan kepada pemerintah Indonesia sebagai “hub” vaksin, bio teknologi, serta peralatan medis, manufaktur, termasuk sebagai upaya untuk tantangan serupa yang mungkin berkembang di masa depan,” paparnya.

Dubes Xiao Qian juga memanfaatkan pertemuan secara daring Selasa (28/09/2021) sore itu, untuk mengucapkan perpisahan menjelang berakhirnya penugasannya di Indonesia pada Oktober mendatang. Xiao Qian memastikan kemitraan antara RRT dan Indonesia akan terus berlanjut, terutama melalui kemitraan strategis yang komprehensif.

“Meskipun situasi regional dan internasional yang rumit dengan meningkatnya ketidakstabilan dan ketidakpastian, arah umum pengembangan hubungan RRT-Indonesia tidak akan berubah. Dan, bersedia bekerja sama dengan Indonesia untuk terus memperkaya kemitraan strategis komprehensif Tiongkok-Indonesia untuk kepentingan kedua negara dan rakyat,” tegas Dubes yang memulai penugasan di Indonesia pada Desember 2017 lalu ini. (E-4)



Sumber Berita: RRI.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load