Pakar IDI Singgung Penyebab Lonjakan Kasus Corona di Singapura

Senin , 20 September 2021 | 09:45
Pakar IDI Singgung Penyebab Lonjakan Kasus Corona di Singapura
Sumber Foto: Getty Images.
Ilustrasi.

JAKARTA - Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban, menduga varian Delta (B1617.2) menjadi 'biang kerok' lonjakan kasus Corona di Singapura. Pada Minggu (19/9/2021), negara itu melaporkan kasus harian Corona tertinggi sejak April 2020, yakni 1.012 kasus.

"Delta mengancam rencana 'hidup dengan COVID-19' ala Singapura," kata Prof Zubairi dalam cuitan Twitter pribadinya @ProfesorZubairi, Senin (20/9/2021).

Prof Zubairi menjelaskan lonjakan kasus Corona di Singapura berasal dari beberapa klaster, seperti klaster pusat perbelanjaan, tempat kerja, dan stasiun. Dampak dari peningkatan kasus ini membuat rumah sakit di Singapura berisiko semakin penuh dan mengalami kewalahan.

"Pasien yang butuh oksigen meningkat. RS diklaim belum krisis. Situasinya mirip Israel," ujarnya. Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, mengatakan saat ini rumah sakit di negaranya masih mampu menampung pasien COVID-19. Terlebih hanya pasien dengan gejala sedang-berat saja yang akan dirawat di rumah sakit.

"Kapasitas ICU kita masih cukup, tapi UGD dan poli umum yang mulai berada di bawah tekanan. RS dan tenaga kesehatan tidak boleh sampai kewalahan," kata Menkes Ong seperti dikutip dari CNA, Senin (20/9/2021). "Ini adalah tantangan terbesar Kementerian Kesehatan pada saat ini dan kita sedang berusaha sebaik mungkin," lanjutnya.

Menurut Menkes Ong, 98 persen dari kasus Corona di Singapura adalah mereka yang bergejala ringan dan tidak bergejala. Maka dari itu, pasien dengan gejala ringan diimbau untuk melakukan isolasi mandiri, supaya kapasitas tempat tidur di rumah sakit tidak penuh dan bisa digunakan untuk pasien yang kritis. (E-4)



Sumber Berita: RRI.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load