Kisah Nahas Antivaksin Meninggal Akibat Covid-19

Minggu , 19 September 2021 | 11:56
Kisah Nahas Antivaksin Meninggal Akibat Covid-19
Sumber Foto: Istimewa.
Ilustrasi.

JAKARTA - Selain patuh protokol kesehatan, mendapatkan vaksin adalah upaya melindungi diri dari penularan COVID-19. Meski banyak masyarakat yang sudah mau disuntik vaksin Corona, tidak sedikit juga yang menolak karena disinformasi dan termakan hoaks.

Sayangnya banyak dari para antivaksin yang akhirnya meregang nyawa karena mengalami gejala parah saat terinfeksi COVID-19. Seperti diketahui, vaksin COVID-19 juga bekerja agar tubuh terhindar dari gejala parah saat tertular.

Banyak dari mereka mengaku menyesal tidak bersedia di vaksin dan baru menyadari di saat-saat terakhirnya. Berikut di antaranya dikutip detikcom dari berbagai sumber.

1. Meninggal terinfeksi Corona saat tidur

Pasangan Youtuber antivaksin Dusty dan Tristan Graham yang populer karena menjual barang-barang antik. Namun mereka juga kerap kali secara terbuka menyebut bahwa vaksinasi Corona adalah pelanggaran hak asasi dan tidak akan menerimanya. Namun, saat terinfeksi Corona, pasangan ini terkena komplikasi dan gejala parah dan meninggal dalam tidur.

"Sayangnya Dusty dan Tristan telah meninggal dunia. Terima kasih atas semua kata-kata baik dan membantu kami selama masa sulit ini," tulis putri pasangan itu, Windsor Graham di halaman GoFundMe.

2. Termakan hoaks vaksin bikin mandul

Pasangan asal Amerika Serikat memilih menolak vaksin COVID-19 karena termakan hoaks vaksin bisa menyebabkan kemandulan dan mengganggu kesuburan. Nahasnya, saat mereka terinfeski, keduanya mengalami gejala parah akibat Corona. "Informasi yang salah telah membunuhnya," kata sepupu Wendell, Maria Vibandor Hayes yang dikutip dari Daily Mail, Kamis (16/9/2021).

Diceritakan, Wendell maupun Eskew yang saat itu dalam kondisi yang sehat mengadakan pesta lajang di Nashville. Namun, seminggu sebelum divaksinasi, keduanya mulai sakit. Setelah dites, keduanya positif COVID-19.

Meski tidak memiliki penyakit komorbid, mereka harus dirawat di rumah sakit dan menggunakan ventilator karena kondisinya terus memburuk. Tak lama, calon mempelai wanita harus meninggal karena COVID-19.

3. Kerap mengolok vaksin COVID-19 berujung tewas akibat Corona

Seorang pria asal California, Amerika Serikat, kerap mengolok-olok vaksin COVID-19 di media sosial. Stephen Harmon, dikenal sangat vokal dalam menentang vaksin COVID-19. Pria berusia 34 tahun ini bahkan sering membuat candaan bernada sarkastis mengenai vaksin COVID-19.

Sayangnya, pria itu kemudian dirawat setelah mengidap pneumonia dan COVID-19 di sebuah rumah sakit di kota Los Angeles. Ia lalu meninggal dunia sebulan setelah terinfeksi pada Rabu (21/7/2021).

Menjelang kematiannya, Harmon mengunggah sebuah foto untuk mendokumentasikan perjuangannya melawan COVID-19 di rumah sakit. Pada cuitan terakhirnya, Harmon mengatakan akan menggunakan alat bantuan pernapasan akibat COVID-19. "Tidak tahu kapan saya akan bangun. Mohon doanya," tulisnya dikutip dari BBC. (E-4)



Sumber Berita: Detik.com.

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load