Singapura Laporkan Kejadian Efek Samping Serius Vaksin Sinovac

Jumat , 17 September 2021 | 17:22
Singapura Laporkan Kejadian Efek Samping Serius Vaksin Sinovac
Sumber Foto: Deccan Herald.
Ilustrasi.

JAKARTA - Otoritas Ilmu Kesehatan (HSA) Singapura menerima sekitar 90 laporan dugaan efek samping yang muncul usai disuntik vaksin Sinovac-CoronaVac. Dari 90 laporan tersebut, lima di antaranya melaporkan 'efek samping serius'.

Dikutip dari Channel News Asia, ada beberapa efek samping serius yang dilaporkan pasca menerima vaksin Sinovac. Efek samping serius itu terdiri dari reaksi alergi serius, vertigo, telinga berdenging, anafilaksis, hingga Bell's Palsy.

Bell's Palsy merupakan kondisi kelumpuhan mendadak yang terjadi pada otot-otot wajah. Pada kebanyakan kasus, kondisi ini hanya bersifat sementara dan bisa membaik secara signifikan dalam waktu berminggu-minggu. Dikutip dari Mayo Clinic, penyebab Bell's Palsy masih belum diketahui pasti.

Namun, kondisi ini diyakini terjadi karena adanya pembengkakan dan peradangan saraf yang mengontrol otot-otot di salah satu sisi wajah. Tetapi, ini juga bisa terjadi karena infeksi virus. Efek samping serius lainnya yang dilaporkan adalah anafilaksis, yaitu reaksi alergi yang jarang terjadi dan berpotensi bisa mengancam jiwa. Kasus ini juga bisa terjadi usai divaksinasi.

HSA mengatakan suatu efek samping dikategorikan sebagai efek samping serius jika bisa menyebabkan seseorang dirawat inap. Selain itu, efek samping tersebut bisa menyebabkan kecacatan, hingga berisiko kematian. "Secara keseluruhan, efek samping yang serius akibat vaksin Sinovac ini akan terus diamati usai divaksinasi," kata HSA.

Bagaimana dengan vaksin Pfizer dan Moderna?

Per 31 Agustus 2021 lalu, pihak HSA juga menerima laporan terkait efek samping usai divaksin Pfizer dan Moderna. Efek samping yang dilaporkan cukup umum terjadi dan bisa pulih dalam beberapa hari.

Beberapa efek samping pasca divaksinasi dengan kedua vaksin Corona ini yaitu sesak napas, dada sesak, jantung berdebar, nyeri dan bengkak di tempat suntikan, demam, ruam, gatal, pembengkakan di kelopak mata, wajah, hingga bibir.

Dari 11.737 laporan, 498 kasus di antaranya diklasifikasikan sebagai efek samping yang serius. Sebanyak 72 kasus adalah laporan anafilaksis dan 49 kasus lainnya adalah reaksi alergi yang parah.

Efek samping serius lainnya, orang tersebut bisa mengalami kesulitan bernapas, detak jantung cepat, peningkatan atau penurunan darah, nyeri dada, perikarditis dan miokarditis. Seluruh efek samping tersebut juga tengah dipantau secara ketat oleh HSA. (E-4)



Sumber Berita: RRI.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load