Inggris Rekomendasikan Suntikan Penguat COVID-19 Bagi 50-an

Rabu , 15 September 2021 | 09:05
Inggris Rekomendasikan Suntikan Penguat COVID-19 Bagi 50-an
Sumber Foto: GOV.UK.
Ilustrasi.

JAKARTA - Inggris mengatakan pada hari Selasa (14/9/2021) bahwa mereka akan menawarkan dosis vaksin COVID-19 ketiga untuk semua orang berusia di atas 50 tahun dan orang-orang rentan lainnya setelah panel ahli mengatakan bahwa penguat diperlukan untuk melindungi dari berkurangnya kekebalan pada musim dingin ini.

Menteri Kesehatan Sajid Javid mengatakan kepada anggota parlemen bahwa pemerintah telah menerima rekomendasi dari Komite Bersama untuk Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI) dan akan mulai menawarkan suntikan penguat minggu depan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah meminta negara-negara kaya untuk menunda suntikan penguat sampai setiap negara telah memvaksinasi setidaknya 40% populasi mereka.

"JCVI menyarankan agar dosis penguat ditawarkan kepada mereka yang lebih rentan, untuk memaksimalkan perlindungan individu menjelang musim dingin yang tidak terduga," kata Profesor Wei Shen Lim, ketua panel. "Sebagian besar orang-orang ini juga akan memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin flu tahunan dan kami sangat menyarankan mereka menerima tawaran ini juga."

JCVI mengatakan suntikan penguat diperlukan untuk memastikan orang yang rentan terlindungi dari COVID-19, karena penelitian telah menunjukkan bahwa kekebalan yang diberikan oleh vaksin melemah dari waktu ke waktu. Panel tersebut merekomendasikan agar setiap orang di atas 50 tahun, serta petugas kesehatan, orang-orang dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya, dan mereka yang tinggal dengan orang-orang yang mengalami imunosupresi, mendapatkan suntikan penguat setidaknya enam bulan setelah mereka menerima dosis vaksin kedua, seperti dikutip dari Medical Xpress, Rabu (15/9/2021).

Langkah itu dilakukan meskipun ada seruan WHO untuk menunda dosis penguat di tengah kekurangan vaksin global. Badan tersebut mengatakan bahwa COVID-19 akan terus mengancam orang di mana-mana sampai semua negara memvaksinasi cukup banyak orang untuk mencegah varian baru yang berpotensi berbahaya.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengulangi seruan itu pekan lalu setelah banding yang disampaikan sebelumnya diabaikan secara luas. “Saya tidak akan tinggal diam ketika perusahaan dan negara yang mengontrol pasokan vaksin global berpikir bahwa orang miskin dunia harus puas dengan sisa,” katanya pada 8 September. 

Pejabat WHO bersikeras pembenaran ilmiah untuk penguat masih belum jelas. (E-4)



Sumber Berita: RRI.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load