WHO Soroti Temuan CT Value Rendah Terkait Varian Mu

Sabtu , 11 September 2021 | 08:56
WHO Soroti Temuan CT Value Rendah Terkait Varian Mu
Sumber Foto: CNBCTV18.
Ilustrasi.

JAKARTA - Belakangan fenomena aneh pasien Corona di Surabaya jadi sorotan lantaran memiliki CT Value rendah 1,8. Sempat ada kekhawatiran terkait varian baru, Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya akhirnya mengklarifikasi temuan CT Value rendah mereka tak bisa jadi tolak ukur identifikasi COVID-19 varian baru termasuk varian Mu.

Kementerian Kesehatan RI dilaporkan sudah menganalisis lebih dari 5 ribu sampel whole genome sequencing dan 2 ribu di antaranya terinfeksi varian Delta. Belum ada satupun kasus COVID-19 varian Mu.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi juga memastikan infeksi COVID-19 varian baru hanya akan terlihat dari hasil pemeriksaan whole genome sequencing. "Jadi kalau varian Mu, varian Mu akan cocok dengan primer Mu," beber dia.

"Nah tetapi kita bisa melakukan tentunya seperti yang disampaikan oleh WHO, perlu dilakukan kajian lebih lanjut apakah ada kecenderungan varian-varian Mu ini bisa kita deteksi melalui perubahan pada pemeriksaan laboratorium, salah satunya mungkin perubahan pada CT Value," sambungnya.

Kemenkes RI juga memantau kedatangan dari negara yang mengidentifikasi kasus COVID-19 varian Mu seperti Kolombia, Ekuador, dan sejumlah negara lain yang sudah mengidentifikasi kasus COVID-19 varian Mu. "Saat ini kapasitas lab whole genome sequencing yang kita miliki mampu mendeteksi sampel varian COVID-19 dalam waktu 4-5 hari," bebernya.

"Sehingga degan kapasitas tersebut kita bisa mengisolasi pelaku perjalanan luar negeri yang sudah terkonfirmasi COVID-19 dengan varian tertentu, baik di RS atau isolasi terpusat," pungkas dia. (E-4)



Sumber Berita: Detik.com.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load