Ismail Sabri Yakob Calon Kuat PM Malaysia Yang Baru

Rabu , 18 Agustus 2021 | 18:41
Ismail Sabri Yakob Calon Kuat PM Malaysia Yang Baru
Sumber Foto Digtara
Ismail Sabri Yakob calon kuat PM Malaysia

JAKARTA--Ismail Sabri Yakob dikabarkan menjadi kandidat terkuat pengganti PM Malayia Muhyiddin Yasin yang mengundurkan diri, setelah namanya diusulkan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).

Sekjen UMNO Ahmad Maslan, melalui cuitannya di twitter mengatakan pihaknya hanya mengantarkan satu nama calon sebagai perdana menteri yakni Ismail Sabri.

Ismail Sabri sebelumnya merupakan wakil Perdana Menteri era Muhyiddin Yassin merangkap Menteri Pertahanan. "Hanya satu nama yang akan dicalonkan sebagai calon perdana menteri oleh anggota parlemen di UMNO / BN (Barisan Nasional), dan itu adalah Ismail Sabri".

Dia menambahkan, ini adalah keputusan kolektif oleh presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi, wakil presiden Mohamad Hasan, penasihat BN dan mantan perdana menteri Najib Razak serta anggota dewan tertinggi UMNO lainnya.

Keputusan untuk mencalonkan Ismail Sabri juga dikonfirmasi oleh anggota parlemen Pasir Salak Tajuddin Abdul Rahman ketika dia berbicara kepada wartawan setelah meninggalkan rapat dewan tertinggi UMNO. “Saya senang karena UMNO dan Barisan Nasional bersatu dan kita sepakat satu calon, satu nama,” kata Tajuddin.

Dia menambahkan bahwa keputusan ini akan didukung oleh mitra partai dalam koalisi Perikatan Nasional, termasuk Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) dan Parti Islam Se-Malaysia (PAS).

Sementara itu Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong, Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah mengatakan perdana menteri baru yang ditunjuk harus mengajukan mosi percaya kepada parlemen sesegera mungkin.

"Yang Mulia mengatakan bahwa perdana menteri yang telah ditunjuk oleh agong berdasarkan pasal 40 (2) (a) dan 43 (2) (a) Konstitusi Federal harus sesegera mungkin mengajukan mosi percaya pada parlemen untuk melegitimasinya mendapatkan kepercayaan dari mayoritas," ujar juru bicara Istana Negara, Ahmad Fadil Syamsuddin dalam pernyataannya, Rabu.

Agong mengatakan sebagai kepala negara pihaknya akan berusaha sebaik mungkin untuk memenuhi tanggung jawab seorang Raja Konstitusi berdasarkan seluruh konstitusi dan "rule of law".

Sebelumnya Yang di-Pertuan Agong dan Wakil-nya Sultan Perak Sultan Nazrin Muizzuddin Syah Sultan Azlan telah mengadakan pertemuan dengan pimpinan partai politik yang berlangsung kemarin.

Sultan Abdullah berpandangan bahwa para anggota parlemen dapat bersatu padu bekerja sama untuk mewujudkan persatuan semua partai politik dengan memusatkan perhatian pada isu-isu terkini dan menjernihkan kekisruhan yang terjadi segera.

Gejolak politik yang berlarut-larut ini tanpa titik telah mengganggu tata pemerintahan ketika kita masih terancam oleh pandemi COVID-19.

Ahmad Fadil mengatakan mereka berdua menekankan bahwa semua gejolak dan kekacauan politik ini telah berdampak negatif yang mendalam terhadap perekonomian negara, selain kesejahteraan dan keamanan rakyat sedangkan Pemilu ke-15 bukanlah pilihan terbaik saat ini.

"Yang Mulia juga mengingatkan para pimpinan dan perwakilan partai politik besar untuk menyelaraskan suasana. Anggota parlemen yang menang harus mengulurkan tangan untuk bekerja dengan yang tidak berhasil dan semua pihak harus siap bekerja dalam tim," katanya.

 

 

 


Sumber Berita: Berbagai sumber
KOMENTAR

End of content

No more pages to load