Enzim Virus Corona Ini Melawan Obat Antivirus

Kamis , 05 Agustus 2021 | 15:06
Enzim Virus Corona Ini Melawan Obat Antivirus
Sumber Foto: Istimewa.
Ilustrasi.

JAKARTA - Virus corona yang menyebabkan COVID-19 diketahui menunjukkan kemampuan yang "membandel" saat melawan sebagian besar perawatan antivirus nukleosida, tetapi sebuah studi baru yang dipimpin ilmuwan Iowa State University membantu membuka peluang menghadapi pertahanan virus ini.

Studi yang diterbitkan baru-baru ini dalam jurnal ulasan sejawat Science, merinci struktur enzim penting yang ada dalam SARS-CoV-2, virus corona yang menyebabkan COVID-19. Enzim ini, yang dikenal sebagai proofreading exoribonuclease (atau ExoN), menghilangkan obat antivirus nukleosida dari RNA virus, membuat sebagian besar perawatan antivirus berbasis analog nukleosida tidak efektif. 

Studi terbaru ini menyajikan struktur atom enzim ExoN, yang dapat mengarah pada pengembangan metode baru untuk menonaktifkan enzim dan membuka pintu ke perawatan yang lebih baik untuk pasien yang menderita COVID-19.

"Jika kami dapat menemukan cara menghambat enzim ini, mungkin kami dapat mencapai hasil yang lebih baik dalam membunuh virus dengan perawatan antivirus nukleosida yang ada. Memahami struktur ini dan detail molekuler tentang cara kerja ExoN dapat membantu memandu pengembangan antivirus lebih lanjut," kata Yang Yang, penulis utama studi ini dan asisten profesor di Departemen Biokimia, Biofisika, dan Biologi Molekuler Roy J. Carver di Iowa State University.

SARS-CoV-2 adalah virus RNA, yang berarti materi genetiknya terdiri dari asam ribonukleat. Ketika virus bereplikasi, ia harus mensintesis RNA. Tetapi genom virus sangat besar jika dibandingkan dengan virus RNA lainnya, yang menciptakan kemungkinan yang relatif tinggi bahwa kesalahan muncul selama sintesis RNA. Kesalahan ini berupa nukleotida yang tidak cocok, dan bila terlalu banyak kesalahan dapat mencegah virus menyebar.

Tetapi enzim ExoN bertindak sebagai korektor, mengenali ketidakcocokan dalam RNA virus dan mengoreksi kesalahan yang terjadi selama sintesis RNA, kata Yang. Menurutnya, enzim itu hanya ada pada virus corona dan beberapa keluarga virus lain yang terkait erat, seperti dikutip dari Iowa State University, Kamis (5/8/2021).

Proses yang sama yang menghilangkan kesalahan replikasi juga menghilangkan agen antivirus yang diberikan oleh perawatan yang biasa digunakan untuk melawan virus RNA lain, seperti virus HIV, HCV dan Ebola, yang sebagian menjelaskan mengapa SARS-CoV-2 terbukti sangat sulit untuk diobati, kata Yang. 

Tetapi Yang dan rekan-rekannya menggunakan mikroskop elektron kriogenik, sebuah teknik di mana sampel didinginkan dengan cepat ke suhu kriogenik dalam es vitreous untuk mengawetkan struktur asli mereka, untuk merinci struktur enzim. Memahami struktur itu dapat memungkinkan pengembangan molekul yang mengikat enzim dan menonaktifkannya. 

Yang mengatakan itu adalah langkah selanjutnya untuk laboratoriumnya dan rekan-rekannya. Menemukan molekul seperti itu dapat membuat virus lebih rentan terhadap antivirus yang baru dikembangkan, kata Yang. Atau, itu bisa memungkinkan pengoptimalan antivirus saat ini, seperti Remdesivir. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load