Setengah Populasi Divaksin, Australia Akan Longgarkan Lockdown

Kamis , 05 Agustus 2021 | 15:01
Setengah Populasi Divaksin, Australia Akan Longgarkan Lockdown
Sumber Foto: CNN Indonesia.
Ilustrasi.

JAKARTA - Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales (NSW), Australia, Gladys Berejiklian mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan pelonggaran itu sebelum lockdown berakhir pada 29 Agustus 2021 mendatang. Pelonggaran lockdown di Sydney dilakukan setelah warganya memvaksin Covid-19 setengah dari populasi kota itu, atau sekitar 6 juta penduduk.

"Enam juta suntikan (vaksin), kira-kira setengah dari populasi dengan setidaknya satu atau dua dosis. Itu memberi kami opsi tambahan mengenai seperti apa kehidupan pada 29 Agustus nanti," kata Berejiklian seperti dikutip Reuters, Kamis (5/8/2021).

Ia jug tidak mengatakan secara spesifik jumlah penduduk yang sudah divaksin di wilayahnya dan hanya mengaku NSW berusaha untuk terus memenuhi target vaksinasi. Nantinya, target vaksinasi di New South Wales ini muncul usai Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyatakan bahwa potensi lockdown akan semakin kecil jika 70 persen populasi sudah divaksin.

Scott Morrison menargetkan mampu mencapai jumlah itu pada akhir tahun ini. Namun, Morrison menolak gagasan pemberian insentif bagi warga sebagai langkah meningkatkan vaksinasi. Sebelumnya diketahui, jika kasus Covid di Australia memang relatif rendah, dengan sekitar 34.500 kasus dan 925 kematian. 

Namun, program vaksinasinya mengalami beberapa hambatan, seperti perubahan saran soal vaksin AstraZeneca usai ditemukan kasus penggumpalan darah, dan kendala pasokan vaksin Pfizer.

Berbagai halangan tersebut membuat tingkat vaksinasi di Australia dinilai rendah. Sejauh ini, baru 15,5 persen atau 3,9 juta dari total keseluruhan penduduk di negara itu yang sudah divaksin secara penuh. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load