Malaysia Kembali Catat Rekor Kematian Covid-19

Rabu , 04 Agustus 2021 | 11:37
Malaysia Kembali Catat Rekor Kematian Covid-19
Sumber Foto: RRI.co.id.
Ilustrasi.

JAKARTA - Malaysia mencatat rekor kematian harian akibat Covid-19 dengan 219 kasus, dan jumlah pasien yang dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU) sebanyak 1,063 pasien, pada Senin (2/8/2021) kemarin.

Rekor kematian harian sebelumnya terjadi pada 26-27 Juli dengan 207 kasus. Sementara angka pasien di ICU, bertambah satu orang melampaui jumlah tertinggi pada 1 Agustus yakni 1.062 pasien.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah, mengatakan dari jumlah kematian harian itu, sebanyak 21 orang dinyatakan meninggal saat tiba di rumah sakit. Noor Hisham juga menyatakan bahwa 43 pasien di antaranya, tak memiliki masalah kesehatan.

"Total kasus kematian hari ini, 105 kasus di Selangor, 41 kasus di Kuala Lumpur, 24 kasus di Johor, 9 kasus di Malaka, 8 kasus di Pahang, 7 kasus di Negri Sembilan," jelas Noor Hisham, seperti dilansir Malay Mail, Selasa (3/8/2021). 

Ia menambahkan, sementara di Kedah dan Perak masing-masing empat kasus, di Sabah tiga kasus, dan di Perlis serta Labuan satu kasus. Ia juga mengatakan, sebanyak 532 pasien membutuhkan alat bantu pernapasan.

Terpisah, Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi Malaysia Khairy Jamaluddin mengungkapkan tiga indikator keberhasilan Program Imunisasi Nasional (NIP). Program itu diantaranya tingkat penggunaan tempat tidur di ICU, tingkat rawat inap, serta tingkat kematian sebagai penanda keberhasilan program.

"Itu benar-benar akan menjadi indikasi selanjutnya yang ingin kami tinjau mengenai keberhasilan NIP," kata Khairy, seperti dikutip dari Malay Mail. Ia mengatakan, vaksinasi menjadi hal penting untuk menekan laju penyebaran varian Delta, yang disebut lebih menular.

Khairy juga terus memperingatkan masyarakat agar tidak lengah, lantaran banyak negara yang mulai melonggarkan aturan pembatasan Covid-19, misalnya tak lagi mewajibkan memakai masker.

Malaysia diketahui tengah menghadapi lonjakan kasus Covid-19 sejak akhir Mei lalu. Pemerintah kemudian menerapkan penguncian wilayah mulai 1 Juni yang direncanakan berakhir pada 1 Agustus lalu.

Selain diterjang krisis kesehatan, Negeri Jiran juga dilanda gejolak politik. Warga dan partai oposisi menggelar unjuk rasa bertajuk #lawan yang menuntut Perdana Menteri Muhyiddin Yassin untuk mundur, karena dianggap gagal tangani pandemi Covid-19. Secara kumulatif, kasus Covid di Malaysia mencapai 1,15 juta, dengan 9.403 kematian. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load