Korsel Deteksi 2 Kasus Corona Varian Delta Plus

Selasa , 03 Agustus 2021 | 17:29
Korsel Deteksi 2 Kasus Corona Varian Delta Plus
Sumber Foto: Dr Jason Roberts/Doherty Institute.
Varian Delta yang menginfeksi sel.

JAKARTA - Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengatakan telah mendeteksi kemunculan virus Corona varian Delta Plus (AY.1), ketika negara itu berjuang melawan gelombang keempat COVID-19 secara nasional.

Varian Delta Plus adalah sub-garis keturunan dari varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India, memiliki mutasi protein spike yang disebut K417N, yang juga ditemukan dalam varian Beta yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan. Laporan kasus Delta Plus sejauh ini masih sedikit, dan beberapa negara, termasuk Inggris, Portugal dan India, telah melaporkan beberapa kasus.

"Kasus pertama (di Korea Selatan) diidentifikasi pada seorang pria berusia 40-an yang tidak memiliki catatan perjalanan baru-baru ini," kata KDCA kepada Reuters, Selasa (3/8/2021).

Hasil tes pada orang yang pernah melakukan kontak dengan pria tersebut menunjukkan bahwa salah satu anggota keluarganya dinyatakan positif, namun KDCA tidak memastikan pasien tersebut terinfeksi Delta Plus. "Kasus kedua ditemukan pada pelancong luar negeri," kata KDCA.

Otoritas kesehatan mengatakan beberapa vaksin masih bekerja melawan varian Delta yang sangat menular, yang telah menjadi dominan di banyak negara, tetapi telah menimbulkan kekhawatiran bahwa strain baru dapat menghindari beberapa vaksin. Beberapa ilmuwan mengatakan varian Delta Plus mungkin lebih menular. Studi sedang berlangsung di India dan global untuk menguji efektivitas vaksin terhadap mutasi ini. (E-4)



Sumber Berita: Detik Health.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load