Astronom Menemukan Cara Memberi Makan Lubang Hitam

Minggu , 01 Agustus 2021 | 09:55
Astronom Menemukan Cara Memberi Makan Lubang Hitam
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi.

JAKARTA - Lubang hitam di pusat galaksi adalah objek paling misterius di Semesta, bukan hanya karena jumlah materi yang sangat besar di dalamnya, jutaan kali massa matahari, tetapi juga karena konsentrasi materi yang volumenya sangat padat dan tidak lebih besar dari tata surya kita. 

Ketika mereka menangkap materi dari lingkungan mereka, mereka menjadi aktif, dan dapat mengirimkan sejumlah besar energi dari proses penangkapan itu, meskipun tidak mudah untuk mendeteksi lubang hitam selama episode penangkapan ini, yang tidak sering terjadi.

Namun, sebuah penelitian yang dipimpin oleh peneliti Almudena Prieto, dari Instituto de Astrofísica de Canarias (IAC), telah menemukan filamen debu panjang sempit yang mengelilingi dan memberi makan lubang hitam ini di pusat galaksi, dan yang bisa menjadi penyebab alami dari penggelapan pusat banyak galaksi ketika lubang hitam nuklir mereka aktif. Hasil penelitian ini baru-baru ini dipublikasikan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society (MNRAS).

Menggunakan gambar dari Teleskop Luar Angkasa Hubble, Very Large Telescope (VLT) di European Southern Observatory (ESO), dan Atacama Large Millimeter Array (ALMA) di Chili, para ilmuwan telah dapat memperoleh visualisasi langsung dari proses penyuapan nuklir lubang hitam di galaksi NGC 1566 oleh filamen ini. 

Gambar gabungan menunjukkan snapshot di mana orang dapat melihat bagaimana filamen debu terpisah, dan kemudian langsung menuju pusat galaksi, di mana mereka beredar dan berputar dalam spiral di sekitar lubang hitam sebelum ditelan olehnya.

"Sekelompok teleskop ini telah memberi kita perspektif yang benar-benar baru tentang lubang hitam supermasif, berkat pencitraan pada resolusi sudut tinggi dan visualisasi panorama di sekitarnya, karena memungkinkan kita mengikuti hilangnya filamen debu saat jatuh ke lubang hitam," jelas Almudena Prieto, penulis pertama makalah tersebut, seperti dikutip dari situs Instituto de Astrofísica de Canarias, Minggu (1/8/2021).

Studi ini adalah hasil dari proyek PARSEC jangka panjang dari IAC, yang bertujuan memahami bagaimana lubang hitam supermasif bangun dari hibernasi panjang mereka, dan setelah proses di mana mereka mengumpulkan materi dari lingkungan, mereka menjadi benda-benda yang paling kuat di alam semesta. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load