Cerita WNI Rayakan Idul Adha Saat Pandemi

Rabu , 21 Juli 2021 | 09:26
Cerita WNI Rayakan Idul Adha Saat Pandemi
Sumber Foto: Liputan6.com.
Ilustrasi.

JAKARTA - Momentum perayaan Idul Adha 1442 Hijriah, kembali diperingati oleh umat muslim dunia di tengah pandemi COVID-19 untuk kedua kalinya. Perayaan yang jatuh pada Selasa (20/7/2021) itu pun memberikan pengalaman tersendiri bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri. 

Mega Puspita misalnya, mahasiswi asal Madiun yang tengah menempuh pendidikan S2 jurusan Studi Islam di Universitas Istanbul Sabahattin Zaim mengatakan, ini merupakan tahun kedua baginya merayakan Idul Adha tanpa keluarga besar. "Tapi, toh karena pandemi ini, keluarga besar nggak bisa kumpul. Jadi mau di luar negeri atau dalam negeri tetap sedih sih," ucap Mega saat dihubungi, Selasa (20/07/2021).

Ketika berada di luar negeri saat momentum perayaan hari besar, seperti kebanyakan WNI di luar negeri masakan khas yang kerap disajikan saat berkumpul bersama keluarga juga sangat dirindukan Mega. "Dan, makanan favorit (dirindukan) itu dendeng daging. Daging yang dipipihin terus dijemur. Kalau sudah kering nanti dioseng pedas," tambah mahasiswi yang pernah studi S1 di Al Azhar, Kairo, Mesir ini.

Mega menggambarkan suasana perayaan Idul Adha di Istanbul berlangsung meriah, termasuk diperbolehkannya pelaksanaan solat Eid berjamaah meski jumlah kasus COVID-19 kembali naik di Turki.

"Tapi, seru sih klo di Turki. Kalo Ied gini bisa barbeque an di taman-taman. Beberapa taman malah nyewain alat bakarannya. Sama arang juga difasilitasi. Jadi, kita dari rumah tinggal bawa bahan makanannya aja," papar Mega.  "Dan, layaknya di Mesir, di Turki lebaran qurban lebih heboh dari pada Ied Fitri," sambungnya.

Namun, demi alasan kesehatan Mega memilih beraktivitas di dalam rumah selama perayaan Idul Adha. "Aku tadi solat di rumah abis itu masak telur goreng saja. Ngeri mau keluar rumah karena kasus COVID-19 naik lagi. Tapi, memang banyak yang sembuh sih," ujar Mega.

Melansir worldometers jumlah kasus COVID-19 di Turki pada Senin (19/07/2021) mencapai 7.667 kasus. Ety Najihah,  WNI yang baru satu tahun pindah ke Belanda berujar, kemeriahan menyambut perayaan Idul Adha di tanah air, merupakan hal yang paling dirindukan.

"Tentu aja suasana hari rayanya, keramaiannya, malam takbirannya, masak-masaknya. Sedangkan, disini hampir ga berasa apa-apa, ga libur juga," ungkap Ety. Ety yang berdomisili di Kota Dordrecht, Selatan Belanda itu menyebut, pelaksanaan solat Idul Adha yang digelar oleh komunitas muslim setempat hanya dikhususkan bagi kaum pria.

"Solat Eid cuma buat cowok," tambah perempuan lulusan S2 Studi Islam di International Islamic University Malaysia (IIUM) ini. Dikatakan perayaan Idul Adha di Belanda diikuti dengan anjuran kembali mengenakan masker, menyusul adanya kenaikan angka kasus COVID-19.

"Kasus Corona juga tinggi lagi, (diminta) pake masker lagi," pungkasnya. Situs resmi pemerintah Belanda mencatat penambahan kasus COVID-19 pada Selasa (20/07/2021) mencapai 6.823 kasus. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load