Lebih 60 Orang Tewas Akibat Banjir Bandang di Eropa

Jumat , 16 Juli 2021 | 11:41
Lebih 60 Orang Tewas Akibat Banjir Bandang di Eropa
Sumber Foto rri.co.id/ Reuters
Banjir yang melanda pemukiman di Jerman

JAKARTA--Hujan lebat dan banjir yang melanda Eropa barat kemarin menewaskan sedikitnya 59 orang di Jerman dan sembilan lainnya di Belgia. Sementara itu banyak warga lainnya dilaporkan hilang saat air naik dan menyebabkan beberapa rumah rubuh.

Di Jerman, yang mengalami salah satu bencana cuaca terburuk sejak Perang Dunia II, penduduk yang putus asa mencari perlindungan di atap rumah mereka saat helikopter penyelamat berputar di atas. Hujan deras yang tidak biasa juga menggenangi negara tetangga Luksemburg, Belanda, dan Belgia.

Dalam kunjungan ke Washington, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan "hatinya" turut bersama para korban banjir. "Saya khawatir kami  baru akan melihat bencana sepenuhnya dalam beberapa hari mendatang," katanya, seraya menambahkan bahwa pemerintah telah melakukan "yang terbaik untuk membantu warga dalam kesulitan mereka".

Presiden AS Joe Biden, yang berbicara bersama Merkel pada konferensi pers bersama, menyampaikan ucapan "belasungkawa yang tulus dari rakyat Amerika Serikat atas hilangnya nyawa dan bencana yang menghancurkan". Sekitar 15.000 anggota layanan darurat Jerman serta polisi dan tentara telah berada di lokasi yang paling parah dilanda bencana.

Seorang pensiunan bernama Annemarie Mueller, 65, memandangi taman dan garasinya yang banjir dari balkonnya. Dia mengatakan kota Mayen sama sekali tidak siap untuk kehancuran. "Air membuat suara yang sangat keras dan mengingat kecepatan air, kami pikir air akan mendobrak pintu," katanya.

Perdana Menteri Rhine-Westphalia Utara (NRW), Armin Laschet yang mencalonkan diri untuk menggantikan Merkel dalam pemilihan umum pada September, membatalkan pertemuan partai di Bavaria.

Dia turut mensurvei kerusakan di negara bagiannya yang berpenduduk terpadat di Jerman. "Kami akan mendukung kota-kota dan orang-orang yang terkena dampak," kata Laschet, yang mengenakan sepatu karet kepada wartawan di kota Hagen sebagaimanan dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (16/7).

Dia menyerukan percepatan upaya global untuk memerangi perubahan iklim dan menggarisbawahi hubungan antara pemanasan global dan cuaca ekstrem.




Sumber Berita: Bisnis.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load