Rusia dan Inggris Saling Tuding 

Kamis , 22 Maret 2018 | 07:35
 Rusia dan Inggris Saling Tuding 
Sumber Foto reuters
Agen Sergei Skripal.

 

 

MOSKOW - Inggris, Rabu (21/3/2018) menuduh Moskow menjalankan program pembunuhan untuk menghilangkan musuh-musuhnya. Sementara Rusia menuding balik Inggris dituduh telah mengatur peracunan terhadap mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, di Inggris.

Dalam pemandangan luar biasa pada suatu acara Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskow, yang dihadiri puluhan diplomat asing dan disiarkan di televisi pemerintah, kedua pihak saling melancarkan tuduhan tajam menyangkut serangan racun saraf.

Serangan yang terjadi di Salisbury, Inggris, itu telah membawa hubungan London dan Moskow jatuh ke titik krisis terendah sejak Perang Dingin.

Inggris menyalahkan Rusia atas serangan itu, tuduhan yang dibantah Rusia. Di tengah ketegangan, kedua pihak saling mengusir diplomat.

Rusia menyelenggarakan acara pada Rabu itu untuk menjelaskan posisinya, agak kehilangan kesabaran dalam mengungkapkan dugaan bahwa Inggris sendiri, baik secara langsung atau tidak langsung, telah mengatur serangan tersebut. Atau, menurut Rusia, Inggris kemungkinan telah membiarkan "serangan teroris" berlangsung di wilayah Inggris.

"Tidak ada yang tahu apa yang telah terjadi di Salisbury," kata Vladimir Yermakov, diplomat yang memimpin acara, kepada para diplomat negara-negara asing seperti dilansir reuters.

Diplomat Inggris, Emma Nottingham, membalas dengan mengatakan, London telah menyimpulkan Moskow "kemungkinan besar" berada di balik upaya pembunuhan terhadap Skripal dengan empat alasan.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load