UE Tambah Alokasi Produksi Vaksin COVID-19

Rabu , 02 Juni 2021 | 16:08
UE Tambah Alokasi Produksi Vaksin COVID-19
Sumber Foto: Istimewa.
Pengadaan vaksin lewat jalur COVAX.

JAKARTA - Uni Eropa menambah alokasi penyediaan vaksin melalui fasilitas COVAX. Perwakilan Tinggi Uni Eropa (UE) urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Josep Borrell mengatakan, alokasi tambahan itu mencapai  100 juta dosis vaksin COVID-19.

“Faktanya kami adalah eksportir utama untuk produksi vaksin di Eropa. Kami telah mengekspornya ke seluruh dunia. Ekspor (vaksin-red) Inggris dan Amerika Serikat hampir tidak ada apa-apanya. Kami telah mengekspor 200 juta dosis. Serta, baru-baru ini negara-negara anggota sepakat untuk mendonasikan 100 juta dosis,” ungkap Borrell secara daring usai menggelar pertemuan bilateral bersama Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Gedung Pancasila, Rabu (2/6/2021) di Jakarta.

UE telah mendonasikan hampir 2.5 miliar USD, untuk pengadaan vaksin COVID-19 yang disalurkan kepada negara-negara miskin melalui fasilitas COVAX. “Kami telah memberikan (vaksin-red) kepada COVAX hampir 2.5 miliar USD, untuk menyediakan vaksin bagi negara-negara sanga tmiskin di dunia dan upaya ini terus berlanjut,” tambah Borrell. Di sisi lain Borrell menyebut, perlu adanya peningkatan kapasitas produksi vaksin COVID-19 di negara-negara berkembang.

“Kami tidak memproduksi dengan cukup bersama seluruh umat manusia, tapi kami siap untuk membahas solusi apa pun yang dapat meningkatkan produksi vaksin. Termasuk, penghapusan kemiskinan, meskipun kami percaya bahwa hal yang paling orisinal adalah meningkatkan kapasitas produksi di negara-negara berkembang. Kami sangat terlibat dalam hal itu,” terang Borrell.

Menlu RI menyatakan, mengapresiasi kepemimpinan dan dukungan UE terhadap fasilitas COVAX.

“Dunia memerlukan komitmen dan kepemimpinan global untuk melipatgandakan produksi vaksin, untuk menggalang dana bagi pengadaan vaksin multilateral dan berbagi dosis. UE telah menunjukkan kepemimpinannya dan Indonesia terus menaruh perhatian terhadap leadership UE dalam hal ini,” ungkap Retno Marsudi.

Sebagai salah satu Co-Chair AMC Engagement Group, Menlu RI, turut mendorong kerja sama antara Indonesia-UE dan ASEAN-UE untuk membangun ketahanan kesehatan di kawasan. “Antara lain melalui penguatan sistem kesehatan, penguatan kapasitas kesehatan, dan penguatan mekanisme kesiapsiagaan dalam menghadapi pandemi di masa mendatang,” pungkas Retno. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load