Kecelakaan Kereta Api di Utara Kairo, 11 Orang Tewas

Senin , 19 April 2021 | 06:32
Kecelakaan Kereta Api di Utara Kairo, 11 Orang Tewas
Sumber Foto AFP Photo
Kecelakaan kereta api di Kota Toukh Provinsi Qalyubiya wilayah Utara Kairo, Mesir, Minggu (18/4/2021) waktu setempat.

KAIRO - Kecelakaan kereta api terjadi di Utara Kairo pada Minggu (18/4/2021) waktu setempat. Akibat kecelakaan ini 11 orang tewas dan 98 lainnya terluka, kata Kementerian Kesehatan Mesir.

Dilansir dari Kantor Berita AFP, Senin (19/4/2021), Kementerian mengumumkan jumlah korban yakni "11 orang tewas dan 98 lainnya cedera dalam kecelakaan kereta api di Toukh," sebuah kota pertanian kecil di Delta Nil yang subur, terletak sekitar 40 kilometer (25 mil) di luar ibu kota.

Kabinet Mesir mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa empat gerbong kereta yang menuju dari Kairo ke Mansoura, kota Delta, keluar dari rel.

Puluhan ambulans telah dikirim ke lokasi tersebut, dan penyelidik telah berada di lokasi untuk mencari tahu penyebab kecelakaan itu, tambah kementerian kesehatan.

Presiden Abdel-Fattah al-Sisi menugaskan otoritas teknik militer pada hari Minggu untuk menyelidiki insiden terbaru, yang terjadi setelah kecelakaan kereta api mematikan bulan lalu yang menewaskan sedikitnya 20 orang.

Sumber keamanan mengatakan kepada AFP bahwa pengemudi dan petugas kereta api lainnya telah ditahan untuk diinterogasi.

Kementerian mengatakan 14 orang yang menderita luka ringan telah dipulangkan dari rumah sakit. Bencana kereta api Mesir umumnya dikaitkan dengan infrastruktur dan pemeliharaan yang buruk.

Sebelumnya, kecelakaan kereta api juga terjadi sekitar bulan lalu. Sedikitnya 20 orang tewas dan 199 lainnya luka-luka bulan lalu dalam kecelakaan kereta api di selatan negara itu, menurut jumlah korban resmi terbaru, yang telah direvisi pihak berwenang beberapa kali.

Jaksa penuntut menduga pengemudi satu kereta dan asistennya meninggalkan kabin pengemudi ketika menabrak kereta lain.

Menteri Transportasi Kamel el-Wazir - mantan jenderal yang diangkat ke pos tersebut setelah tabrakan kereta api yang mematikan pada 2019 - menyalahkan kecelakaan pada bulan Maret itu karena kesalahan manusia.

"Kami memiliki masalah dengan elemen manusia," katanya dalam acara bincang-bincang TV, di mana dia berjanji untuk memasang jaringan otomatis pada tahun 2024.

Salah satu kecelakaan kereta api paling mematikan di negara itu terjadi pada tahun 2002, ketika 373 orang tewas dan kebakaran melanda kereta yang padat di selatan Kairo.(*)



Sumber Berita: Detik.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load