36 Negara Menunggu Kedatangan Vaksin COVAX

Jumat , 02 April 2021 | 10:36
36 Negara Menunggu Kedatangan Vaksin COVAX
Sumber Foto: Istimewa.
Vaksin jalur Covax.

JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, terdapat 36 negara saat ini masih menunggu kedatangan vaksin COVID-19 melalui mekanisme COVAX. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut, 16 dari 36 negara itu telah dijadwalkan akan menerima dosis pertama dari COVAX dalam 15 hari ke depan.

“15 hari menjelang 100 hari pertama tahun ini ada sekitar 36 negara masih menunggu datangnya vaksin. Sehingga, mereka bisa memulai vaksinasi untuk tenaga kesehatan termasuk para lansia. Dari jumlah itu 16 (negara-red) diantaranya dijadwalkan untuk menerima dosis pertama dari COVAX dalam 15 hari ke depan,” ungkap Ghebreyesus dalam pengarahan pers, Senin (29/3/2021).

Menurut Ghebreyesus, WHO tidak dapat mengirimkan vaksin, jika vaksin itu sendiri tidak tersedia. Ketidaktersediaan vaksin COVAX disebutkan disebabkan oleh sejumlah hal, salah satunya pelarangan ekspor vaksin. 

“Seperti yang anda ketahui, kesepakatan bilateral, pelarangan ekspor, nasionalisme vaksin, serta diplomasi vaksin telah menyebabkan adanya distorsi di pasaran. COVAX membutuhkan 10 juta dosis segera sebagai ukuran celah stok darurat. Sehingga, 20 negara ini bisa memulai vaksinasi kepada para pekerja medis dan lansia dalam waktu dua pekan ke depan,” papanya. 

Yaman menjadi salah satu negara penerima vaksin COVID-19 melalui fasilitas COVAX sebanyak 360 ribu dosis pada 31 Maret lalu.  Representatif UNICEF di Yaman Philippe Duamelle menyatakan, kedatangan 360 ribu dosis vaksin COVID-19 merupakan bagian dari batch pertama dengan total 1.9 juta dosis yang ditargetkan tiba sepanjang 2021. 

“Jadi, hari ini merupakan kedatangan vaksin batch pertama dan akan ada lebih banyak yang tiba dalam waktu dekat. Di di bawah kepemimpinan kementerian kesehatan para pekerja medis akan divaksinasi dan banyak masyarakat lainnya yang akan terlindungi dari virus mematikan ini,” ungkap Duamelle.

Berdasarkan data John Hopkins University jumlah kasus COVID-19 di Yaman dilaporkan mencapai 4247 kasus dan 882 kematian. Namun demikian, jumlah kasus diyakini lebih tinggi dari yang dilaporkan sebab minimnya tes COVID-19. 

Sementara, WHO mencatat dalam satu bulan COVAX telah mendistribusikan lebih dari dari 32 juta vaksin kepada 61 negara. Serta, sebanyak 177 negara telah memulai vaksinasi. Sedangkan, mekanisme COVAX dipimpin bersama oleh GAVI, Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI) dan WHO.

Tujuannya adalah untuk mempercepat pengembangan dan pembuatan vaksin COVID-19, serta menjamin akses yang adil dan merata bagi setiap negara di dunia. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load