Indonesia Promosikan Kopi ke Tiongkok Secara Virtual

Senin , 01 Maret 2021 | 10:22
Indonesia Promosikan Kopi ke Tiongkok Secara Virtual
Sumber Foto: Istimewa.
Dubes RI untuk RRT, Djauhari Oratmangun dalam pemaparan outlook perdagangan RI-Tiongkok dan tren produk kopi di Tiongkok.

JAKARTA - Guna mendukung program pemerintah dalam memulihkan perekonomian, KBRI Beijing berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri RI, KJRI Shanghai, KJRI Guangzhou dan ITPC Shanghai, menggelar temu bisnis kopi memperkenalkan kopi spesial (specialty coffee) Indonesia ke pasar Tiongkok. Acara yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Diplomasi Kopi Indonesia ke penjuru dunia ini merupakan promosi kopi bersama yang pertama kali diselenggarakan di Tiongkok secara online di tengah masa pandemi Covid-19.

Selain menggunakan aplikasi Zoom Meeting, acara temu bisnis juga disiarkan melalui akun YouTube KBRI Beijing dengan peserta sebanyak kurang lebih 150 orang. Temu bisnis dibuka oleh Dirjen IDP Kemlu, Teuku Faizasyah, yang menceritakan perkembangan dan potensi industri kopi Indonesia.

"Harapan saya kiranya pertemuan kali ini dapat memberikan gambaran mengenai strategi mengakses pasar Tiongkok," ujar Faizasyah, Sabtu (27/2/2021). Tekad ini didukung oleh Dubes RI untuk RRT, Djauhari Oratmangun, dalam keynote speech yang memaparkan outlook perdagangan RI-Tiongkok serta tren produk kopi di Tiongkok. Dubes Djauhari juga mengungkap tantangan yang dihadapi dan kiat penetrasi pasar ke Tiongkok.

Untuk itu, ia mengajak para pengusaha asal Indonesia memanfaatkan ruang-ruang promosi di setiap kantor perwakilan RI di China. KBRI Beijing memiliki ruang promosi produk-produk Indonesia yang cukup representatif. Ruang tersebut berada di lobi KBRI Beijing di Jalan Dongzhimen Wai No 4 Distrik Chaoyang.

Ketua Indonesia Chamber of Commerce in China (INACHAM) Liky Sutikno menjelaskan bahwa masyarakat China mayoritas menyukai kopi instan, namun ada juga yang suka kopi spesial. "Di China belum terbentuk budaya kopi karena yang ada gaya hidup minum kopi Amerika," terangnya. 

Dalam sesi diskusi yang dipandu oleh Dubes Prayono Atiyanto dan Dubes Bagas Hapsoro, peserta dari Indonesia sangat antusias menyatakan keinginan mereka untuk masuk pasar Tiongkok. Pada sesi ini, Konjen RI Shanghai mendorong minat para pengusaha Indonesia untuk masuk ke pasar Tiongkok melalui sistem kemitraan dengan pengusaha Tiongkok, dan menyatakan kesiapan seluruh perwakilan RI di Tiongkok untuk membantu. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load