Biden Berjanji Akan Hukum Pembunuh Jamal Khashoggi

Sabtu , 27 Februari 2021 | 21:52
Biden Berjanji Akan Hukum Pembunuh Jamal Khashoggi
Sumber Foto Pikiran Rakyat
Presiden AS Joe Biden telah berbicara dengan Raja Salman

JAKARTA--Presiden Amerika Serikat, Joe Biden berjanji, akan menghukum pihak-pihak yang diduga melanggar hak asasi manusia terkait dengan kasus pembunuhan terhadap jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

"Saya berbicara dengan Raja (Salman) kemarin, dan saya menyampaikan dengan jelas bahwa beberapa aturan main akan berubah dan kami akan menyampaikannya pada Jumat atau Senin pekan pekan depan. Kami akan meminta pertanggungjawaban terhadap dugaan pelanggaran HAM," kata Biden dalam wawancara dengan Univision, seperti dikutip Reuters, Sabtu (27/2).

Amerika Serikat (AS) pada Jumat (26/2) untuk pertama kalinya secara terbuka menuduh Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman, sebagai dalang pembunuhan Jamal Khashoggi.

Dikutip dari rri.co.id, Pangeran MBS, nama inisialnya, dikatakan menyetujui operasi pembunuhan Jamal Khashoggi di Istanbul, Turki, pada Oktober 2018. Laporan intel AS yang baru diungkap isinya oleh Presiden Joe Biden itu juga menyatakan, Pangeran MBS memerintahkan penangkapan atau membunuh Khashoggi.

"Mengingat pengaruh Pangeran Mohammed, sangat tidak mungkin pembunuhan tahun 2018 bisa terjadi tanpa seizinnya," tulis isi laporan rahasia tersebut yang dikutip AFP.

"Pembunuhan itu juga sesuai dengan pola dukungan putra mahkota, karena menggunakan tindak kekerasan untuk membungkam para pembangkang di luar negeri," lanjutnya.

Khashoggi yang merupakan warga Amerika Serikat (AS) dan kritikus Pangeran MBS di The Washington Post, dibujuk agar ke konsulat Arab Saudi di Istanbul pada Oktober 2018 untuk mengurus dokumen pernikahannya, tetapi kemudian dibunuh dan dimutilasi.



Sumber Berita: rri.co.id
KOMENTAR

End of content

No more pages to load