Rusia Balas Usir 23 Diplomat Inggris

Minggu , 18 Maret 2018 | 10:50
Rusia Balas Usir 23 Diplomat Inggris
Sumber FotoTagar News
Presiden Rusia Vladimir Putin

MOSKOW—Pemerintah Rusia membalas tindakan Inggris dengan mengumumkan pengusiran 23 diplomat London dan menutup British Council.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan 23 diplomat Inggris harus hengkang dalam waktu seminggu. Dinyatakan bahwa keputusan ini sebagai balasan atas tindakan provokatif dan tuduhan tidak beralasan pemerintah Inggris yang menuduh Moskow mendalangi serangan racun saraf terhadap mantan agen ganda Sergei Skripal di Salisbury, Inggris selatan.

Kemlu Rusia telah memanggil Duta Besar Inggris untuk Rusia, Laurie Bristow, untuk memberitahukan keputusan  tersebut. Ke-23 diplomat Ingris tersebut telah dinyatakan sebagai persona non-grata dan harus pergi dalam tempo seminggu.

Operasi British Council, sebuah organisasi kebudayaan Inggris di Rusia, dihentikan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Moskow juga mencabut kesepakatannya mengenai pembukaan dan operasional Konsulat Jenderal Inggris di Saint Petersburg.

"Jika langkah lebih lanjut dari sifat tidak bersahabat terhadap Rusia diterapkan, pihak Rusia berhak mengambil tindakan respons lainnya," bunyi pernyataan Kemlu Rusia tersebut.

Inggris sebelumnya memerintahkan 23 diplomat Rusia untuk meninggalkan Inggris pada 20 Maret 2018. Perintah itu juga berlaku untuk anggota keluarga para diplomat.

Menurut Duta Besar Rusia untuk Inggris Alexander Yakovenko, sekitar 80 orang akan dicabut hak tinggalnya dari negara tersebut.

 Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin secara pribadi memerintahkan serangan racun saraf kepada Skripal dan putrinya, Yulia Skripal yang statusnya dilindungi Inggris. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebut tuduhan itu mengejutkan dan tidak dapat dimaafkan.



Sumber Berita:Berbagai sumber
KOMENTAR

End of content

No more pages to load