Palestina Dapat Jatah Vaksin COVID-19 Pfizer dan AstraZeneca

Selasa , 02 Februari 2021 | 23:04
Palestina Dapat Jatah Vaksin COVID-19 Pfizer dan AstraZeneca
Sumber Foto: Tribbunnews.
Vaksin COVID-19 dari Pfizer.

JAKARTA - Pejabat di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Senin (1/2/2021), menyebut sebanyak 37.440 dosis vaksin COVID-19 buatan Pfizer akan dikirim ke Palestina pertengahan Februari. Kemudian menyusul vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca setelah mendapat izin.

Hanya saja diprediksi pengiriman vaksin akan lebih lambat bila dibandingkan dengan negara-negara lain. Ini karena praktik pemborongan suplai vaksin oleh negara kaya membuat organisasi internasional COVAX yang ditunjuk sebagai distributor vaksin COVID-19 dunia tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

"Sampai perusahaan farmasi dan negara-negara kaya sepenuhnya mendukung COVAX, mekanisme yang sudah disiapkan untuk mendistribusikan vaksin, negara-negara miskin akan tertinggal," ujar sang pejabat seperti dikutip dari Arab News, Selasa (2/2/2021).

Sejauh ini pemerintah Palestina disebut sudah berusaha mencari vaksin COVID-19 dari empat perusahaan. Diharapkan suplai vaksin tersebut cukup untuk sekitar 70 persen populasinya. Rusia dan Israel juga dilaporkan mengirim masing-masing 5.000 dosis vaksin COVID-19 untuk Palestina. (E-4)



Sumber Berita: ANTARA.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load