Mulai Senin Besok, 3 Juta Warga AS Disuntik Vaksin Covid

Minggu , 13 Desember 2020 | 10:19
Mulai Senin Besok, 3 Juta Warga AS Disuntik Vaksin Covid
Sumber Foto KlikDokter
Ilustrasi

JAKARTA--Warga Amerika Serikat mulai mendapatkan suntikan vaksin Pfizer atau BioNTech pada Senin (14/12) setelah diberikan izin untuk penggunaan darurat.

Dilansir BBC, Minggu (13/12), sebanyak tiga juta dosis vaksin akan dikirim ke beberapa wilayah di AS pada akhir pekan ini, kata Gen Gustave Perna, yang mengawasi proses distribusi.

Vaksin yang dikirim tersebut memiliki 95 persen perlindungan terhadap virus corona dan diberi label aman oleh Badan Pengawasan Makanan dan Obat AS atau Food and Drug Administration (FDA).

Hingga Minggu pagi ini jumlah kasus positif Covid-19 di AS sudah mencapai 16.549.366 kasus. Berdasarkan data dari situs worldometers.info, korban meninggal di AS kini menjadi 305.082 orang, sedangkan kasus aktif masih 6.599.959 orang.

Pemberian izin vaksin Pfizer/BioNTech untuk penggunaan darurat, kata FDA, menjadi sebuah langkah penting dalam masa pandemi ini. Sementara, di Inggris telah mulai vaksinasi massal menggunakan vaksin yang sama.

Dalam konferensi pers Sabtu lalu, Gen Perna, selaku juru bicara Pemerintah AS untuk kampanye vaksin, menyatakan vaksin akan dikemas ke kontainer untuk didistribusikan dalam waktu 24 jam. "Kami perkirakan 145 tempat di seluruh AS akan menerima vaksin pada Senin, kemudian 425 tempat pada Selasa, dan 66 tempat terakhir pada Rabu," katanya.

Dia menambahkan proses distribusi pada minggu depan akan melengkapi tahap pengiriman awal dari Pfizer/BioNTech vaksin dan diterima oleh sekitar 3 juta penduduk.

Gen Perna menyatakan kepada para wartawan bahwa dia 100 persen percaya diri bahwa vaksin yang dibutuhkan untuk melawan Covid-19 akan terdistribusikan secara aman.

Dikutip dari Bisnis.com, dia mengingatkan bahwa saat ini proses baru dimulai dan tugas Pemerintah AS belum selesai hingga setiap penduduk telah menerima vaksin. "Kami belum selesai hingga sampai seluruh penduduk AS mendapatkan akses vaksin Covid-19," katanya.

 



Sumber Berita: Bisnis.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load