Pelaku Penyerangan di Prancis Dilaporkan Kritis

Jumat , 30 Oktober 2020 | 08:13
Pelaku Penyerangan di Prancis Dilaporkan Kritis
Sumber Foto Reuters
Petugas keamanan Prancis bersiaga pasca serangan teror di Nice, Prancis selatan.

PARIS - Pelaku penyerangan di Gereja Notre Dame di Kota Nice, Prancis yang menewaskan tiga orang teridentifikasi sebagai imigran Tunisia bernama Brahim Aouissaoui. Ia kini berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.

"Tersangka berada di rumah sakit dalam kondisi kritis," kata Kepala Jaksa Anti-teroris Prancis, Jean-Francois Ricard seperti dilansir Reuters, Jumat (30/10/2020).

Aouissaoui diketahui ditembak oleh polisi saat dirinya diamankan usai melakukan penusukan dan pemenggalan terhadap tiga orang di gereja Notre Dame.

Ricard mengatakan pelaku penyerangan adalah seorang pria Tunisia yang lahir pada tahun 1999 dan telah tiba di Eropa pada 20 September lalu di Lampedusa, pulau Italia di lepas Tunisia, yang merupakan titik pendaratan utama bagi para migran dari Afrika.

Terpisah, petugas pengadilan di Tunisia menyebutkan, tersangka asal Tunisia dalam serangan yang menewaskan tiga orang di Kota Nice, Prancis selatan tidak masuk dalam daftar terduga milisi oleh Kepolisian Tunisia sebelum meninggalkan negara tersebut pada September.

"Brahim Aouissaoui meninggalkan Tunisia pada 14 September dan tiba di Kota Nice pada Rabu," kata petugas Mohsen Dali.

Ia menambahkan, Tunisia mulai menyelidik kasus Aouissaoui, yang ditangkap Kepolisian Prancis pascaserangan tersebut.

Pria berusia 21 tahun itu merupakan warga desa Sidi Omar Bouhajla dekat Kairouan, namun akhir-akhir ini tinggal di Sfax. Polisi kini sedang menginterogasi keluarganya di sana, menurut sumber keamanan Tunisia.

Sfax, pelabuhan utama sekitar 130 km dari pulau kecil Lampedusa Italia, merupakan titik keberangkatan utama bagi warga Tunisia yang hendak melakukan penyeberangan ilegal dan berbahaya menuju Eropa.

Sumber Kepolisian Prancis menyebutkan Aouissaoui tidak dikenal badan intelijen Prancis.(*)

 



Sumber Berita: Detik.com/Antara
KOMENTAR

End of content

No more pages to load