Serangan Pemenggalan Kembali Terjadi di Prancis

Kamis , 29 Oktober 2020 | 17:36
Serangan Pemenggalan Kembali Terjadi di Prancis
Sumber Foto AP/Valery Hache
Tersangka langsung diamankan polisi tidak lama setelah serangan.

JAKARTA - Dua orang tewas dalam serangan di luar sebuah gereja di Nice, Prancis, Kamis (29/10/2020) pagi waktu setempat, sementara beberapa orang lainnya ikut terluka.

Polisi mengatakan, pelaku menyerang dengan menggunakan pisau, seorang korban tewas karena dipenggal."Situasinya sekarang terkendali," kata juru bicara polisi Florence Gavello, dikutip dari Kantor Berita AFP.

Tersangka pelaku langsung ditahan tidak lama setelah serangan oleh pasukan keamanan sekitar pukul 09.00 pagi.

Wali Kota Nice Christian Estrosi lewat akun Twitter mengatakan bahwa insiden itu merupakan serangan teror."Saya dapat mengkonfirmasi semuanya, biarkan kami berpikir ini adalah serangan teror di Notre-Dame Basilica," ujarnya.

Serangan ini terjadi tidak lama setelah Prancis juga diguncang oleh pembunuhan seorang guru terkait kartun Nabi Muhammad.

Samuel Paty (47), dipenggal di daerah Eragny oleh seorang pemuda pendatang dari Chechnya, Abdoullakh Abouyezidovitch (18) pada 17 Oktober lalu.

Pemicunya adalah Paty sempat membahas tentang kartun Nabi Muhammad di dalam kelas yang kemudian menuai kontroversi. Di awal, dia sudah mengizinkan sejumlah pelajar Muslim untuk keluar kelas jika tidak sepakat dengan materi yang dia bahas.

Topik pembelajaran itu lantas diceritakan oleh sejumlah murid Muslim kepada orang tua mereka. Peristiwa itu lantas ramai diceritakan di media sosial. Paty yang melihat unggahan itu kemudian mengadu ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik.

Abouyezidovitch disebut melihat unggahan itu di media sosial dan merencanakan membunuh Paty. Pembunuhan Paty menuai demonstrasi besar di negara itu.

Sementara itu, Prancis sendiri menghadapi gelombang serangan 'lonewolf' yang telah menewaskan lebih dari 250 orang sejak serangan di kantor majalah satire Charlie Hebdo pada Januari 2015.(*)



Sumber Berita: Cnnindonesia.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load