Bursa Saham Tokyo Buka Lagi Pagi Ini

Jumat , 02 Oktober 2020 | 07:38
Bursa Saham Tokyo Buka Lagi Pagi Ini
Sumber Foto DataRiau.com
Ilustrasi

JAKARTA--Pasar saham Tokyo akan melanjutkan perdagangan pada Jumat (2/10/2020) ini, setelah adanya kegagalan perangkat keras yang menyebabkan penutupan sepanjang hari. Ini pertama kalinya salah satu bursa terbesar di dunia itu mengalami masalah pada perangkatnya.

Semua transaksi ditangguhkan sepanjang hari di dua indeks utama Tokyo, serta bursa yang lebih kecil di bagian lain Jepang, karena kesalahan yang menciptakan masalah dengan pengiriman informasi pasar.

"Kami berencana melakukan jual beli seperti biasa besok," kata Bursa Efek Tokyo (TSE) dalam pernyataan Kamis (1/10), beberapa jam setelah para pejabat mengatakan masalah telah diidentifikasi dan sedang diperbaiki.

Dilansir dari AFP, tidak ada indikasi perangkat keras itu rusak karena serangan siber atau permainan curang lainnya.

Saat dilacak, masalahnya muncul pada kerusakan memori yang gagal memicu peralihan ke sistem cadangan dengan benar.

Tetapi masalah tersebut nantinya "akan menimbulkan kebingungan di antara investor dan pelaku pasar" karena sistemnya harus diulang dan dipulihkan, kata presiden TSE Koichiro Miyahara pada konferensi pers sore.

"Setelah berdiskusi dengan pelaku pasar, kami memutuskan untuk menghentikan pasar sepanjang hari. Kami menyebabkan ketidaknyamanan yang besar bagi banyak pelaku pasar dan investor ... Kami dengan tulus meminta maaf," tambahnya.

Dikutip dari CNBC Indonesia.com, para pejabat mengatakan perangkat keras yang rusak telah diganti, dan personel akan dikerahkan untuk memantau sistem agar menghindari masalah seperti ini terjadi kembali.

Juru bicara Japan Exchange Group (JPX) mengatakan ini adalah pertama kalinya seluruh perdagangan hilang dalam satu hari penuh sejak sistem Arrowhead saat ini dipasang pada tahun 1999.

Hal ini terjadi setelah Bursa Selandia Baru dilanda serangan siber pada Agustus, memaksa penghentian perdagangan selama beberapa hari, tetapi pejabat Jepang mengatakan sejauh ini tidak ada indikasi permainan curang.

"Kami tidak memiliki informasi yang menunjukkan hal itu," kata juru bicara TSE Hiroyuki Takahashi kepada AFP.

Juru bicara pemerintah Katsunobu Kato mengatakan Badan Jasa Keuangan telah menginstruksikan JPX untuk segera memulihkan operasi dan menyelidiki masalah tersebut.

Kato mengatakan, pemerintah tidak segera memberi kesan bahwa serangan dunia maya terlibat, menambahkan dia akan "menolak untuk mengatakan sesuatu yang pasti" pada tahap ini.

Analis mengatakan kesalahan itu tidak mungkin memiliki dampak langsung yang signifikan di pasar.

"Hal seperti ini terakhir kali terjadi pada tahun 2005. Saat itu, dampaknya tidak terlalu dalam," kata Makoto Sengoku, analis pasar di Tokai Tokyo Research Institute.

"Jika Anda mengamati masa depan, mereka naik. Untuk saat ini, ekspektasi dampaknya akan terbatas," tukasnya kepada AFP.

Pasar saham Tokyo sempat pernah tidak ditutup baik selama serangan 11 September 2001 atau gempa bumi dan tsunami Maret 2011, tetapi sempat satu sesi pagi pada November 2005 ditangguhkan karena masalah teknis.



Sumber Berita: CNBC Indonesia
KOMENTAR

End of content

No more pages to load