Debat Panas, Trump dan Biden Saling Interupsi

Rabu , 30 September 2020 | 10:39
Debat Panas, Trump dan Biden Saling Interupsi
Sumber Foto Pikiran Rakyat
Debat Capres AS antara Donald Trump dan Joe Biden

JAKARTA--Debat calon Presiden AS antara Presiden Donald Trump dan penatangnya, Joe Biden, berlangsung panas, dipenuhi interupsi, saling berbalas bicara, dan ejekan, sepanjang debat berdurasi sekitar 90 menit.

Trump menyebut Joe tidak cerdas, saat Biden mengkritisi kebijakan Trump terkait pandemi corona. "Tidak ada yang cerdas soal kamu, Joe," ujar Trump.

Sementara itu, Biden menyebut Trump sebagai badut dan "presiden terburuk yang dipunyai Amerika."

Trump lebih banyak melakukan interupsi dibandingkan Biden yang membuat moderator debat berulang kali memperingatkan Trump. Aksi interupsi Trump membuat Biden sempat kehilangan sejumlah gagasan di awal-awal pembicaraannya, namun semakin mampu beradaptasi dengan berjalannya waktu.

Sejumlah isu muncul dalam perdebatan panas yang dihadiri dengan undangan terbatas, di antaranya isu corona, rasis, lingkungan, dan ekonomi.

Terkait isu lingkungan, Trump ditanyakan moderator soal kebakaran hutan yang terjadi di AS saat ini dan keputusan Trump untuk keluar dari Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim.

"Jika Anda punya manajemen hutan yang bagus, Anda tidak akan mendapatkan hal seperti ini," kata Trump, dengan menurunkan kemungkinan bahwa kebakaran tersebut sangat terkait dengan perubahan iklim dunia.

Ia menegaskan bahwa kebakaran hutan berhektare-hektare terjadi karena lemahnya manajemen kehutanan.

Biden, di sisi lain, mengatakan banyak orang di masa depan akan berpindah ke energi terbarukan, termasuk listrik. Untuk mengimplementasikan rencana tersebut, Biden menegaskan pentingnya Perjanjian Paris. "Saya akan bergabung kembali dengan Perjanjian Paris," tegas Biden, seraya menunjukkan keluarnya Amerika Serikat membuat banyak kebijakan iklim menjadi terlantar

Biden, capres dari Partai Demokrat itu menyebut Trump pembohong dan menyuruhnya untuk "diam". "Faktanya adalah bahwa semua yang dia katakan sejauh ini hanyalah kebohongan. Saya di sini bukan untuk mengungkapkan kebohongannya. Semua orang tahu dia pembohong," cetus Biden seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (30/9).

Ketegangan terlihat jelas dari menit-menit pembukaan, dengan kedua capres saling menginterupsi berulang kali, hingga membuat Biden berujar ketus: "Bisakah Anda diam, bung!"

Ketegangan telah terlihat sejak pembahasan topik pertama dalam debat ini, yakni mengenai Mahkamah Agung. Khususnya, tentang calon hakim agung yang dipilih Trump, Amy Coney Barrett. Trump dan Biden pun saling ngotot soal pemilihan hakim Mahkamah Agung ini.

"Kami memenangkan pemilu dan karena itu kami memiliki hak untuk memilihnya," kata Trump, membela keputusan kontroversialnya untuk terus maju dengan pencalonan Amy Coney Barrett.

Biden mengulangi keyakinannya bahwa pemenang pemilu harus memilih hakim berikutnya. "Kita harus menunggu dan melihat apa hasil dari pemilihan ini," ujarnya.

Biden menyebut pemilihan hakim agung sebagai pertarungan untuk masa depan perawatan kesehatan, mengutip kasus yang akan dibawa ke pengadilan seminggu setelah pemilihan, juga menyebutkan hak-hak aborsi.

Pembahasan pun memanas ketika Trump berusaha untuk menepis argumen Biden dan berulang kali mengatakan dia memiliki mandat untuk mengisi kursi hakim agung tersebut.



Sumber Berita: Berbagai sumber
KOMENTAR

End of content

No more pages to load