Para Menteri Kesehatan Yang Mundur Di Tengah Pandemi

Jumat , 25 September 2020 | 13:58
Para Menteri Kesehatan Yang Mundur Di Tengah Pandemi
Sumber Foto Bisnis.com/Bloomberg
Menteri Kesehatan Selandia Baru David Clark yang mengundurkan diri Juli lalu

JAKARTA--Beberapa Menteri Kesehatan dari sejumlah negara terpaksa mengundurkan diri karena penanganan pandemi yang tidak sesuai harapan. Selain itu, mereka juga kerap berseberangan dengan pemerintah dalam hal kebijakan penanganan Covid-19.

Dikutip dari Bisnis.com, beberapa Menteri Kesehatan di sejumlah negara yang mundur di tengah pandemi Covid-19 adalah sebagai berikut:

1. Menteri Kesehatan Belanda Bruno Bruins mengundurkan diri pada 20 Maret 2020. Bruins sempat pingsan sehari sebelum mengundurkan diri karena kelelahan saat berdiri di podium di majelis rendah parlemen dalam debat tentang kesiapan negara terhadap pandemi Covid-19.

 

2. Menteri Kesehatan Ekuador Catalina Andramuno mengundurkan diri pada Sabtu (21/3), hanya beberapa jam setelah para pejabat mengumumkan jumlah kasus Covid mencapai 500 di negara itu. Mundurnya Catalina juga berbarengan dengan pengunduran diri Menteri Tenaga Kerja Ekuador, Andrés Madero.

3. Menteri Kesehatan Luiz Mandetta dipecat oleh presiden Jair Bolsonaro pada 16 April 2020 menyusul pertentangan atas tindakan isolasi sosial. Bolsonaro menganggap bahwa tindakan tersebut tidak diperlukan.

Posisi Mandetta kemudian digantikan oleh Nelson Tiech. Namun, Ia juga mengundurkan diri secara tiba-tiba meskipun hanya menjabat kurang dari satu bulan. Berita pengunduran diri Teich disambut dengan cemas oleh para dokter yang tengah berjuang melawan pandemi.

Seorang profesor epidemiologi di Yale School of Medicine Albert Ko mengatakan bahwa pengunduran Menkes Brasil tersebut akan berdampak pada upaya pengendalian virus. “Kehilangan dua menteri kesehatan akan benar-benar berdampak dramatis pada kemampuan negara untuk melawan epidemi,” kata Ko, seperti dikutip The Guardian.

4. Pada 14 Juni 2020, giliran Menkes Chile Jaime Manalich yang mengundurkan diri.setelah pemerintah gagal menerapkan kebijakan lockdown terbatas yang ia prakarsai.

Manalich mempromosikan kebijakan Chile tentang "penguncian dinamis", yang membatasi pergerakan di lingkungan tertentu daripada di seluruh kota. Tetapi ketika kasus-kasus membengkak pada Mei, pemerintah memberlakukan lockdown di ibu kota Chile, Santiago.

Setelah berhanti, ia segera digantikan oleh Enrique Paris, mantan kepala Medical College.

 

5. Pada 2 Juli 2020, Menkes Selandia Baru David Clark mengundurkan diri dengan alasan perannya akan menjadi gangguan dari kesuksesan pemerintah menekan pandemi virus corona.

“Kepemimpinan kesehatan kita harus memiliki kepercayaan publik,” kata Perdana Menteri Jacinda Ardern dalam sebuah pernyataan. Dia menunjuk Menteri Pendidikan Chris Hipkins untuk mengangani kementerian kesehatan hingga pemilihan umum September.

Clark berada di bawah tekanan setelah dua kali melanggar aturan lockdown ketat dengan bepergian ke luar wilayah lokalnya untuk berolahraga. Dia menawarkan untuk mengundurkan diri pada saat itu, tetapi Ardern menahannya, dengan mengatakan tidak pantas untuk mengganti menteri saat pandemi berkecamuk.

 

6. Pada 18 Agustus, Menteri kesehatan Polandia Lukasz Szumowski memngumumkan pengunduran dirinya di tengah dugaan penyalahgunaan wewenang pengadaan peralatan medis

Szumowski telah menjadi tokoh populer di pemerintahan Perdana Menteri Mateusz Morawiecki setelah pihak berwenang memberlakukan lockdown yang ketat dan dini selama pandemi Covid-19. Langkah ini telah terbukti membatasi jumlah infeksi dan kematian di Polandia.

Tetapi dalam beberapa pekan sebelum pengunduran dirinya, jumlah infeksi harian virus corona meningkat. Szumowski juga menghadapi tuduhan bahwa perusahaan milik saudara laki-lakinya telah menerima jutaan dana bantuan pemerintah selama krisis.

 

7. Menkes Ceko menjadi yang terbaru dalam daftar menteri kesehatan yang mengundurkan diri. Ia mengumumkan pengunduran dirinya pada hari Senin (21/9), dengan mengatakan pemerintah membutuhkan strategi berbeda untuk mengatasi lonjakan kasus virus corona.

Republik Ceko sebelumnya menjadi salah satu negara Uni Eropa paling sukses dalam menekan wabah melalui tindakan karantina awal dan ketat. Namun, Ceko sekarang menjadi salah satu negara yang paling terpukul oleh Covid-19 menyusul pelonggaran pembatasan pada bulan Juni.

Setelah kasus virus corona melonjak, kabinet kembali memperketat aturan jarak sosial, sambil tetap berjanji untuk menghindari penguncian penuh untuk meminimalkan dampak terhadap ekonomi.

“Saya ingin menciptakan ruang untuk cara baru dalam mengatasi epidemi virus corona, yang pasti saya akan tetap bersama untuk beberapa waktu ke depan,” kata Adam Vojtech di televisi, seperti dikutip Bloomberg.

 



Sumber Berita: Bisnis.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load