Cawapres Demokrat Kamala Harris Langsung Serang Trump

Kamis , 13 Agustus 2020 | 09:02
Cawapres Demokrat Kamala Harris Langsung Serang Trump
Sumber Foto Kompas.com
Kamala Harris

JAKARTA--Senator Kamala Harris langsung menyerang Presiden Donald Trump ketika memulai kampanye pertamanya setelah resmi mendampingi capres Joe Biden di pilpres AS 2020, kemarin.

Dia memulai dengan mempertanyakan mengapa AS memimpin dunia dengan infeksi Virus Corona penyebab Covid-19 terbanyak. Menurutnya, AS memimpin dunia dengan lebih dari 5 juta kasus Covid-19, karena kegagalan Trump untuk menanggapinya secara serius sejak awal.

Dalam penampilan pertamanya sebagai wakil presiden pilihan Biden, wanita bernama asli Kamala Devi Harris itu menyalahkan penolakan Trump untuk melakukan tes. Trump juga mengabaikan jarak sosial serta tidak mau memakai masker, katanya.

“Dia sangat yakin dia tahu lebih baik daripada para ahli. Dia beralasan bahwa orang Amerika meninggal karena Covid-19 setiap 80 tahun," kata Harris tentang Trump.

"Karena kegagalan kepemimpinan Trump, ekonomi kami telah menjadi salah satu pukulan terbesar dari semua negara industri besar dengan tingkat pengangguran yang meningkat tiga kali lipat pada hari ini," kata senator dari California itu seperti dikutip CNN.com, Kamis (13/8/2020).

Dalam kampanye selama satu jam 3 menit itu dia juga membahas pentingnya keluarga dalam hidupnya, merujuk pada julukan yang dimiliki anak-anaknya untuknya: "Momala"

"Saya memiliki banyak gelar selama karir saya dan tentunya gelar wakil presiden akan menjadi hebat. Tapi 'Momala' akan selalu menjadi yang paling berarti."

Harris berbicara tentang bagaimana orangtuanya, imigran Jamaika dan India, bertemu saat memprotes hak-hak sipil di Oakland pada 1960-an.

"Ibu dan ayah saya datang dari belahan dunia yang berlawanan ke Amerika. Satu dari India dan satunya dari Jamaika untuk mencari pendidikan kelas dunia. Tapi, yang menyatukan mereka adalah gerakan hak-hak sipil tahun 1960-an dan begitulah cara mereka bertemu saat para siswa di jalanan Oakland berbaris dan berteriak untuk hal yang disebut keadilan dalam perjuangan yang berlanjut hingga hari ini," katanya.

Senator California itu mengatakan bahwa orangtuanya menyertakannya dalam aksi protes sebagai seorang gadis kecil yang "diikat erat di kereta dorong."



Sumber Berita: Bisnis.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load