Mulai Besok Presiden Duterte Kembali Lockdown Manila

Senin , 03 Agustus 2020 | 19:56
Mulai Besok Presiden Duterte Kembali Lockdown Manila
Sumber Foto JurnalNews.com
Presiden Filipina Rodrigo Duterte

JAKARTA--Pemerintah Filipina mulai Selasa (4/8) besok akan kembali menerapkan lockdown di sejumlah kota besar di negara tersebut usai meningkatnya kasus infeksi Covid-19.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan penguncian secara ketat selama dua minggu, yang dilakukan lantaran jumlah infeksi Covid-19 di negara itu telah melebihi angka 100.000.

Dalam paparannya pada Senin 3 Agustus 2020 pagi, Duterte mengatakan Kota Manila dan provinsi terdekat seperti Laguna, Cavite, Rizal, dan Bulacan akan diterapkan lockdown hingga 18 Agustus 2020 nanti.

Namun langkah Duterte ini kurang mendapatkan respon positif dari para sekutunya yang mengingatkan bahwa lockdown akan mengakibatkan ekonomi semakin melemah.

Kendati ditolak sekutunya, Duterte tetap akan menerapkan lockdown setelah diprotes oleh 80 kelompok lokal yang mewakili 80.000 dokter dan satu juta perawat agar menerapkan kontrol yang lebih ketat. Sebelumnya para dokter dan tenaga medis lain juga telah mengibarkan bendera putih dan menyerah melawan Covid-19 dan menyampaikan tuntutan untuk melakukan penguncian.

"Saya telah mendengar Anda. Jangan kehilangan harapan. Kami sadar Anda lelah," kata Duterte dalam pidato televisi. 

Filipina mencatat 5.032 infeksi tambahan pada hari Minggu, peningkatan satu hari terbesar di negara itu. Kini jumlah kasus Covid-19 menjadi 103.185. Korban tewas melonjak 20 menjadi 2.059. Jumlah ini menjadi yang tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Indonesia.

Duterte juga menyetujui mempekerjakan 10.000 profesional medis untuk menambah tenaga kerja saat ini.

Tapi di tengah keputusan untuk menerapkan kembali lockdown, Duterte justru mencerca para dokter yang memprotes penanganan Covid-19 di Filipina. Dia malah menuduh para dokter dan tenaga medis yang melakukan protes ingin melakukan revolusi di Filipina.

Duterte bahkan mengancam akan membunuh para pasien yang terinfeksi Covid-19 jika upaya revolusi dilakukan. "Kamu benar-benar tidak mengenal saya. Kamu ingin revolusi? Kalau begitu katakan. Silakan, coba saja. Kami akan menghancurkan segalanya. Kami akan membunuh semua orang yang terinfeksi Covid-19," katanya seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Al Jazeera.

Tidak jelas kenapa Duterte sampai menyimpulkan soal revolusi. Padahal tidak ada pernyataan dari dokter dan tenaga medis yang menyebut akan melawan pemerintah.

Pada pertengahan Maret, Duterte memberlakukan salah satu penguncian terpanjang dan paling ketat di dunia di ibukota dan provinsi lain untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Dia mulai mengurangi pembatasan pada bulan Juni dalam upaya untuk menghidupkan kembali ekonomi domestik, yang sekarang menghadapi kontraksi terbesar dalam lebih dari tiga dekade.***

 



Sumber Berita: Pikiran Rakyat

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load