Patung Kayu Melania Trump di Slovenia Dibakar

Kamis , 09 Juli 2020 | 07:37
Patung Kayu Melania Trump di Slovenia Dibakar
Sumber Foto Reuters/Borut Zivulovic
Patung kayu Melania Trump di Slovenia.

JAKARTA - Patung kayu ibu negara Amerika Serikat (AS) Melania Trump dengan di dekat kampung halamannya, Sevnica, Slovenia, dibakar pada Hari Kemerdekaan AS yang jatuh pada 4 Juli, kata seniman yang meminta agar patung itu dibuat.

Brad Downey, seniman AS yang berbasis di Jerman, mengatakan, patung itu langsung dipindahkan segera setelah polisi menginformasikan insiden tersebut pada 5 Juli.

"Saya ingin tahu mengapa mereka melakukannya," kata Downey, yang berharap patung itu akan mendorong dialog mengenai situasi politik di AS, menyoroti status Melania Trump sebagai imigran yang menikahi presiden yang bersumpah untuk mengurangi imigrasi.

Dalam beberapa pekan terakhir, Presiden Donald Trump telah berjanji akan menindak keras siapa pun yang menghancurkan atau merusak monumen bersejarah AS, seiring berjalannya aksi politik melawan ketidakadilan terkait ras di penjuru negeri.

Seniman 39 tahun itu telah melapor kepada polisi dan ingin mewawancarai pelaku, bila ditemukan, untuk film yang disiapkan jelang pameran yang akan dibuka di Slovenia pada September mendatang.

"Penyelidikan untuk kasus ini belum rampung jadi kami belum bisa mengungkapkan detil demi kepentingan prosedur lebih lanjut," kata juru bicara kepolisian Alenka Drenik.

Meskipun wajah patung itu terpahat kasar dan tidak dapat dikenali, sosok itu ditampilkan mengenakan mantel biru pucat sebagaimana dikenakan Melania saat pelantikan Donald Trump sebagai presiden AS.

Sosok itu diukir dengan gergaji oleh seniman setempat Ales Zupevc dari batang pohon linden.

Patung yang dibuat untuk memeriahkan pameran Downey di Ibu Kota Ljubljana sekaligus bertujuan mengeksplorasi akar sejarah Melania di negara yang berlokasi di kawasan gunung Alpen itu.

Pada Januari, patung kayu besar mirip Donald Trump, yang dibuat oleh seniman setempat tahun lalu, dibakar di kota Moravce, Slovenia.(*)

 



Sumber Berita: Antara/Reuters
KOMENTAR

End of content

No more pages to load