Rumah Sakit di New York Kekurangan Ventilator Untuk Pasien Corona

Jumat , 27 Maret 2020 | 08:28
Rumah Sakit di New York Kekurangan Ventilator Untuk Pasien Corona
Sumber Foto rri.go.id
Suasana di sebuah rumah sakit di AS

JAKARTA-- Gubernur New York, Amerika Serikat, Andrew Cuomo mengatakan rumah sakit di New York kekurangan ventilator lantaran  oleh orang-orang yang kesulitan bernafas sendiri akibat COVID-19. Untuk mengatasinya, rumah sakit telah memulai uji coba berbagi ventilator untuk dua pasien. 

"Jumlah ventilator yang kami butuhkan tidak banyak, tidak banyak tersedia," kata Cuomo seperti dikutip Reuters, Jumat (27/3).

Hal yang sama juga terjadi di Louisiana. Kepala eksekutif Ochsner Health System, Warner Thomas menyebut permintaan ventilator meningkat dua kali lipat di Louisiana dengan sekitar 80 persen unit perawatan intensif menggunakan alat pernafasan. 

Gubernur Louisiana John Bel Edwards melaporkan sekitar 1.800 orang terinfeksi COVID-19 dengan jumlah kasus kematian sebanyak 83 orang. Saat ini di rumah sakit di Louisiana kehabisan tempat tidur dan ventilator.
 

Kasus virus Corona baru (COVID-19) di Amerika Serikat melampaui Tiongkok dan Italia sebagai negara dengan kasus COVID-19 terbanyak. Penghitungan yang dilakukan Reuters, Kamis (26/3/2020) kemarin menyebut jumlah kasus virus corona di AS mencapai 81.378 kasus, Tiongkok di urutan kedua dengan 81.285 kasus dan Italia di urutan ketiga dengan 80.539 kasus. 

Sedangkan jumlah orang AS yang meninggal dunia mencapai 1.178 orang yang sebagian besar menimpa orang tua dan orang-orang dengan kondisi keseharan yang kronis. Salah satu kota yang menjadi pusat episentrum adalah New York disusul Louisiana. 

Wabah COVID-19 telah berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran di AS. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran pekan lalu melonjak hampir 3,28 juta orang. Angka ini hampir lima kali lipat rekor mingguan sebesar 695.000 selama resesi 1982. 

 



Sumber Berita: rri.go.id

Tags :

KOMENTAR

End of content

No more pages to load