Mahathir Mohamad Putuskan Calonkan Diri Sebagai Perdana Menteri

Sabtu , 29 Februari 2020 | 15:45
Mahathir Mohamad Putuskan Calonkan Diri Sebagai Perdana Menteri
Sumber Foto dok/ist
Mahathir Mohamad

KUALA LUMPUR - Mahathir Mohamad membuat publik Malaysia terkejut setelah dia memutuskan untuk mencalonkan diri lagi sebagai perdana menteri. Dalam pengumumannya, dia mengaku mendapatkan dukungan dari Pakatan Harapan yang dipimpin oleh mantan seteru politiknya, Anwar Ibrahim.

Pada Senin (24/2/2020), aliansi Pakatan kolaps ketika partai Mahathir Mohamad, Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) memutuskan keluar.

Insiden yang sebelumnya diawali pertemuan rahasia Bersatu dengan oposisi pada Minggu (23/2/2020) membuat Dr M, julukan Mahathir, untuk mengundurkan diri. Keputusan politisi 94 tahun itu dimanfaatkan Muhyiddin Yassin, Presiden Bersatu, untuk berkonsolidasi dengan oposisi membentuk koalisi pemerintahan baru.

Salah satu partai yang diajak Muhyiddin adalah Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), salah satu alasan mengapa Mahathir mundur.

Dalam keterangan tertulisnya dilansir SCMP Sabtu (29/2/2020), Mahathir mengaku sudah bertemu dengan para pemimpin koalisi Pakatan Harapan."Saya mendapatkan dukungan mayoritas di Dewan Rakyat (majelis rendah Parlemen Malaysia). Karena itu, saya mengajukan diri sebagai kandidat perdana menteri," ujarnya.

Dibutuhkan paling sedikit 112 dari total 222 kursi Parlemen Malaysia untuk memuluskan langkah sebagai orang nomor satu Negeri "Jiran".

Sebelumnya, kubu Anwar Ibrahim dan Muhyiddin Yassin saling klaim kemenangan. Membuat Raja Malaysia Sultan Abdullah memutuskan mewawancarai mereka langsung. Berdasarkan konstitusi setempat, Yang di-Pertuan Agong mempunyai hak untuk memilih PM Malaysia jika si kandidat dirasa mampu memimpin mayoritas.

Mahathir menuturkan, dia tidak berniat untuk bekerja sama dengan UMNO. Sebab menurutnya, motor koalisi Barisan Nasional itu punya catatan korupsi."Saya berulang kali menyatakan, saya menentang segala bentuk kerja sama dengan individu korup, di mana Pakatan Harapan bekerja keras menyingkirkannya," kata Mahathir.

Meski begitu, dia mengaku bisa menerima mantan politisi UMNO sepanjang mereka bersih. "Mungkin pendekatan Muhyiddin lebih lunak dari pada saya," ia menjelaskan.

Koalisi Pakatan sempat mencabut dukungan bagi Mahathir setelah dia berniat untuk membentuk pemerintahan dengan menggabungkan penguasa serta oposisi. Namun pada Sabtu, koalisi pimpinan Anwar tersebut berbalik arah, dan memutuskan mendukung PM yang pernah menjabat pada periode 1981-2003 itu.

Anwar sendiri pada siang waktu setempat menyatakan, dia sudah menemui Raja Malaysia di Istana Negara untuk menyampaikan dukungan bagi Mahathir.(*)

 



Sumber Berita: kompas.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load