1.000 Orang Lagi Terinfeksi Virus Corona di Wuhan

Senin , 27 Januari 2020 | 00:55
1.000 Orang Lagi Terinfeksi Virus Corona di Wuhan
Sumber Foto AFP
Petugas menangani wabah virus corona di Kota Wuhan China.

WUHAN - Wali Kota Wuhan, China, Zhou Xianwang memperkirakan ada sekitar 1.000 orang lagi yang terinfeksi Virus Corona. Dia pun berharap pihak rumah sakit yang menampung pasien Virus Corona dapat mengkonfirmasi jumlah pasti bertambahnya orang yang terjangkit virus mematikan seperti SARS tersebut.

"Sangat mungkin untuk bertambah sekitar 1.000 kasus lagi," kata Zhoeu, menurut penyiar televisi milik negara, CCTV, dikutip dari AFP, Minggu (26/1/2020).

Zhou memprediksi demikian jika berdasarkan jumlah pasien di rumah sakit yang dirawat untuk pengujian lebih jauh atau melalui observasi terhadap warga di sudut kota.

Saat ini, data per hari Minggu, secara nasional jumlah orang yang dikonfirmasi terinfeksi adalah 1.975 kasus.

Pemerintah China sendiri telah memperluas wilayah yang diisolasi terkait penyebaran virus yang sudah menewaskan 56 orang dan menginfeksi hampir 2.000 orang. Di saat bersamaan Amerika Serikat (AS), Prancis, dan Jepang bersiap untuk mengevakuasi warganya dari Wuhan, kota yang diduga menjadi awal mula penyebaran Virus Corona.

Pemerintah Kota Tianjin memutuskan menutup seluruh layanan bus antar provinsi di seluruh kota di bagian timur China itu. Penutupan diberlakukan mulai Senin, 27 Januari 2020.

Komisi Transportasi Kota Tianjin tidak menyebut lebih lanjut kapan layanan-layanan bus tersebut akan dioperasikan kembali.

Hal serupa juga diterapkan di Shantou. Pemerintah menutup secara parsial akses keluar dan masuk warganya. Misalnya sebagian besar wilayah di bagian selatan Shantou, dimana akses masuk mobil di sana dibatasi.

Bahkan, Shantou menangguhkan operasional transportasi umum sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona lebih lanjut.

Sebagai langkah mitigasi terhadap virus corona, China juga memberlakukan larangan sementara perdagangan hewan liar. Sebab Virus Corona diduga tersebar melalui daging hewan liar seperti kelelawar dan ular yang dijual di pasar.

Pemerintah China pun melarang masyarakatnya untuk memelihara, mengangkut, atau menjual spesies hewan liar hingga situasi epidemi nasional berakhir.(*)



Sumber Berita: cnnindonesia.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load