Ketua PPI di Wuhan: "Kami Butuh Bantuan Logistik"

Minggu , 26 Januari 2020 | 14:04
Ketua PPI di Wuhan:
Sumber Foto: Infowars.
Kota Wuhan terlihat lengang dengan setelah

WUHAN - Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Wuhan, Nur Mussyafak menyatakan, pihak Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) dan Kementerian Luar Negeri Indonesia saat ini memiliki rencana untuk melakukan evakuasi mahasiswa Indonesia dan WNI dari kota Wuhan.

Namun, PPI menyatakan, jika terealisasi, proses evakuasi akan membutuh proses yang cukup panjang, mengingat status kota Wuhan sampai saat ini masih terkunci dan berada pada level keamanan tertinggi. "Kami dari PPI Wuhan sudah koordinasi dengan KBRI dan Kemlu, dari mereka ada arah untuk ke sana (evakuasi). Tapi, butuh proses, karena kebijakan pemerintah Wuhan untuk "lockdown"," kata Nur lagi.

Nur menjelaskan hal yang paling mendesak dan dibutuhkan oleh WNI di Wuhan saat ini adalah bantuan logistik. "Bantuan diharapkan dari KBRI. Pihak KBRI selalu mengawasi kita, meminta perkembangan dari kami. Rencana yang paling mendesak itu logistik, selagi menunggu teman-teman untuk evaskuasi, logistik harus dipenuhi dan kami sudah koordinasi dengan KBRI," ungkapnya kepada Sindo

Nur sendiri merupakan seorang mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Central China Normal University, Wuhan. Nur mengatakan sejak adanya berita penyebaran virus corona, ia dan teman-temannya masih bisa saling mengunjungi satu sama lain namun pihak kampus meminta mereka untuk tidak sering-sering keluar kamar. 

Selain itu, mahasiwa asal Madura itu juga mengaku, kini ia menjadi lebih serang memasak sendiri makanan yang akan dikonsumsinya, setelah merebaknya penyebaran virus tersebut. Hal ini ia lakukan, juga karena adanya imbauan dari pihak universitas untuk tidak membeli makanan di luar untuk sementara waktu.

“Setelah ada berita pernyebaran virus ini, pihak kampus meminta kami untuk tidak keluar kamar dan meminta kami untuk selalu memakai masker, cuci tangan setiap kali kembali dari keluar dan menghindari jajanan, sehingga kami lebih sering masak. Itulah yang kami rasakan," ucap Nur, Jumat (24/1/2020).

Terkait dengan suasana di kota Wuhan, Nur mengatakan, kota tersebut saat ini sangat sepi. Terlebih, setelah pemerintah menghentikan operasional seluruh tranportasi umum. "Di kota sendiri, lebih sepi. Sebab, transportasi umum sudah tidak ada, metro, dan mrt sudah tidak beroperasi. Kini, lebih banyak banyak kendaraan pribadi, itupun tidak terlalu banyak jumlahnya. Taksi ada, tapi jumlahnya sedikit," ucapnya.

Disinggung apakah apakah otoritas setempat pernah memeriksa kondisi kesehatannya, Nur mengatakan dia dan teman-temanya pernah menjalani pemeriksaan suhu tubuh. "Tapi, itu hanya satu kali. Setelah itu lebih banyak diberikan arahan kepada teman-teman bagaimana cara menghindari virus ini," tukasnya.

Ketika ditanya mengenai bantuan dari KBRI, Nur mengatakan belum ada. Hingga saat ini Nur masih mengkoordinasikan hal tersebut dengan KBRI. Sebelumnya diberitakan, Amerika Serikat (AS) dan Rusia tengah mempersiapkan rencana untuk mengevakuasi warganya dari Wuhan. Di sisi lain Kementerian Luar Negeri Korea Selatan (Korsel) mendesak warganya untuk mengungsi dari provinsi Hubei.(E-4)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load