Dokter Liang Wudong Meninggal Setelah Terinfeksi Corona

Sabtu , 25 Januari 2020 | 12:40
Dokter Liang Wudong Meninggal Setelah Terinfeksi Corona
Sumber Foto: The Guardian.
Petugas medis di RS Wuhan menangani pasien.

HUBEI - Dokter yang pada Sabtu 18/1/2020 lalu dinyatakan tertular virus corona di Provinsi Hubei China dinyatakan meninggal. Dokter bernama dokter Liang Wudong (62 tahun) meninggal pukul 7 pagi Sabtu, 25/1/2020 waktu Shanghai, seperti diberitakan Thepaper.cn. 

Wafatnya ahli bedah THT ini menandai kematian pertama personel medis sejak melebarnya virus corona. Hingga saat ini kasus infeksi virus corona yang tercatat di China sudah melewati angka 1.000.

dokter Liang sendiri dicurigai terinfeksi sejak satu minggu lalu. Ia adalah petugas medis yang membantu penanganan pasien corona virus sejak virus ini menjadi epidemi akhir 2019 lalu. 

dokter Liang merupakan personel bedah THT yang pensiun Juni 2019. Ia mengeluh dadanya terasa sesak dan gugup ketika ia akhirnya dibawa ke rumah sakit. Pemeriksaan mendalam memperlihatkan ia mengalami infeksi dada, seperti yang diberitakan Wuhan Evening Post. Ia lalu dipindahkan ke RS Jinyintan di Wuhan untuk pengobatan lebih lanjut.

Beberapa provinsi di China melaporkan 1.287 kasus yang tampak seperti kasus pneumonia mematikan, dengan jumlah 729 terjadi di Hubei. Hingga saat ini sudah ada 39 korban meninggal di Hubei. Provinsi yang paling terdampak adalah Hebei dan Heilongjiang.

 1_doctorKeterangan foto: Liang Wudong (62), dokter bedah yang meninggal Sabtu 25/1/2020.

Pada Jumat, 180 kasus baru dilaporkan terjadi di Hubei. Kasus-kasus serupa juga dilaporkan terjadi di Hong Kong, Macau, Taiwan, dan delapan negara lainnya. Sekitar 10 juta penduduk Hubei saat ini terisolasi setelah travel ban diberlakukan di sebagian besar provinsi di China. Pesawat terbang, kereta, bus, dan feri yang menghubungan Wuhan ke kota lainnya di Hubei juga berhenti beroperasi.

Delapan belas provinsi di China sudah mengaktifkan langkah kegawatdaruratan tingkat tinggi sebagai respons terhadap menyebarnya virus corona. Artinya, acara-acara publik, bisnis, dan kegiatan belajar-mengajar dihentikan. Sekitar 20 rumah sakit di Wuhan sudah mengumumkan pernyataan dan meminta bantuan menyusul kekurangan masker, sarung tangan lateks, kacamata pelindung, dan pakaian steril operasi. Hubei juga memperketat keluarnya kendaraan dari Wuhan.

Pada Jumat 19/1/2020, China Development Bank menggelontorkan 2 miliar yuan, setara 288,3 juta dolar pinjaman darurat kepada Wuhan untuk pencegahan virus dan penanganan. Pada Rabu, 22/1/2020 menteri keuangan China mengatakan 1 miliar dolar dialokasikan untuk digunakan oleh otoritas Hubei untuk menahan penyebaran dan kontaminasi virus corona.

Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok sudah memberangkatkan 450 personel medis dari Shanghai dan Chongqing ke Wuhan. Beberapa dokter ini berpengalaman dalam kasus-kasus seperti Ebola dan SARS.

Staf medis, khususnya dengan spesialisasi kesehatan pernapasan, penyakit menular, pengawas infeksi rumah sakit, dan penanganan intensif sudah dibentuk. Masing-masing tim beranggotakan 150 orang dan akan dikirim ke rumah sakit yang memiliki banyak pasien teinfeksi.

Gubernur Hubei, Jiang Chaoliang mengatakan Wuhan harus mengerahkan segala daya dan upaya untuk memperketat isolasi dan jumlah layanan kesehatan.(E-4)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load