Sebut Reaksi AS Berlebihan, China Protes Aksi Penembakan Pesawat Nirawak yang Disebut AS Balon Mata-mata

- Minggu, 5 Februari 2023 | 15:53 WIB
Detik-detik balon udara China jatuh usai ditembak jet tempur AS. (VOA Indonesia)
Detik-detik balon udara China jatuh usai ditembak jet tempur AS. (VOA Indonesia)

SINAR HARAPAN - KEMENTRIAN Luar Negeri China (MFA) melayangkan protes keras terhadap Amerika Serikat atas penembakan pesawat sipil nirawak China yang disebut sebagai "balon mata-mata".

Pihak China telah memverifikasi situasi itu dan beberapa kali mengomunikasikannya dengan pihak AS, demikian pernyataan tertulis MFA di Beijing, Minggu.

MFA menyampaikan bahwa apa yang disebut oleh AS sebagai balon mata-mata itu adalah pesawat sipil yang tidak disengaja dan di luar dugaan terbang di wilayah udara AS.

Baca Juga: Buntut Pesawat China 'Nyelonong' Masuk AS, Menlu Amerika Serikat Batalkan Rencana Kunjungan ke Tiongkok

"Juru bicara Kementerian Pertahanan AS mengatakan bahwa balon tersebut tidak menghadirkan ancaman militer atau fisik kepada orang-orang di darat. Meskipun demikian, reaksi AS sangat berlebihan dengan menggunakan kekuatan sehingga melanggar praktik-praktik internasional secara serius," demikian MFA.

MFA akan mengambil tindakan lebih lanjut untuk melindungi hak dan kepentingan sah pascapenembakan tersebut.

Jet tempur militer AS telah menembak jatuh balon mata-mata tersebut di atas perairan Samudra Atlantik pada Sabtu 4 Februari 2023 atas persetujuan Presiden AS Joe Biden.

Baca Juga: Amerika Menembak Balon yang Diduga Mata-mata Tiongkok, Ini Penjelasan Kemenlu China

Pihak China pada Sabtu mengeluarkan pernyataan bahwa pesawat nirawak yang memasuki wilayah udara AS itu adalah pesawat sipil yang digunakan untuk penelitian, terutama terkait dengan meteorologi.

Atas insiden tersebut Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menunda kunjungannya ke China yang rencananya dilakukan pada Jumat 3 Februari 2023.

Kunjungan Blinken yang agenda utamanya bertemu Menlu China Qin Gang sebagai upaya menindaklanjuti pertemuan kedua kepala negara AS dan China di sela-sela KTT G20 di Bali pada November 2022.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Medvedev: Kiamat Nuklir Makin Dekat

Kamis, 23 Maret 2023 | 23:35 WIB
X