Buntut Ketegangan Pembakaran Alquran, Konsulat Swiss di Istanbul Berhenti Beroperasi Sementara

- Jumat, 3 Februari 2023 | 15:37 WIB
Ilustrasi - Swiss jadi negara keenam yang menghentikan sementara operasional konsulat mereka di Istanbul Turki. (Pixabay)
Ilustrasi - Swiss jadi negara keenam yang menghentikan sementara operasional konsulat mereka di Istanbul Turki. (Pixabay)

SINAR HARAPAN - KONSULAT Jenderal Swiss di kota Istanbul, Turki, menangguhkan operasi pada Kamis karena alasan keamanan.

Swiss menjadi negara keenam yang menutup fasilitas diplomatiknya di kota itu karena ancaman serangan teroris menyusul insiden pembakaran Alquran pekan lalu di Eropa.

Sebelumnya, konsulat jenderal Belanda, Jerman, Prancis, Swedia, dan Inggris menghentikan sementara operasinya.

Baca Juga: Turki Batalkan Kunjungan Menteri Pertahanan Swedia, Gegara Rencana Pembakaran Alquran

Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengatakan pada hari Kamis bahwa sejumlah negara Barat telah memulai 'perang psikologis' terhadap negaranya.

Ia mengutip ancaman teroris yang membuat mereka menutup fasilitas diplomatik.

Ketegangan besar antara Turki dan Swedia pecah sebelumnya atas pembakaran salinan Alquran di depan kedutaan Turki di Stockholm.

Baca Juga: Kecam Keras Pembakaran Alquran di Depan Kedutaan Turki di Swedia, MUI Sebut Rasmus Paludan Tak Beradab

Kejadian serupa juga terjadi di beberapa negara lain. Pada hari Kamis, Kementerian Luar Negeri Turki memanggil duta besar Norwegia untuk memprotes kegiatan pembakaran Alquran yang dijadwalkan akan diadakan di negara tersebut pada hari Jumat.

Menanggapi penodaan kitab suci umat Islam di Swedia, Turki menyatakan tidak akan menyetujui tawaran Stockholm untuk bergabung dengan NATO.***

Editor: Rosi Maria

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Medvedev: Kiamat Nuklir Makin Dekat

Kamis, 23 Maret 2023 | 23:35 WIB
X